Kabar Baik, Tren Belanja Orang Kaya Naik Drastis

31 Agustus 2021 04:05 WIB

Penulis: Sukirno

Editor: Sukirno

PPKM diperlonggar, tren belanja orang kaya naik drastis. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (Trenasia.com)

JAKARTA - Penurunan kasus COVID-19 di Indonesia dan pembukaan sejumlah sektor ekonomi membuat tingkat belanja masyarakat kaya naik drastis.

Mandiri Institute mengeluarkan kajian yang menyebutkan setiap lapisan kelompok masyarakat mengalami pemulihan tingkat pengeluaran atau belanja, terutama kelompok menengah.

Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono mengatakan pemulihan belanja itu seiring dengan penyesuaian ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) setelah menurunnya jumlah kasus harian COVID-19.

“Belanja kelompok masyarakat menengah mengalami kenaikan drastis. Hingga 15 Agustus 2021, indeks belanja kelompok menengah menunjukkan angka 110,5 persen,” kata dia dalam publikasi hasil kajiannya di Jakarta, Senin, 30 Agustus 2021.

Mandiri Institute mengklasifikasikan kelompok masyarakat menengah sebagai masyarakat yang memiliki penghasilan Rp8,4 juta per bulan. Dengan indeks belanja masyarakat menengah hingga 110,5%, belanja kelompok tersebut sudah berada di tingkat sebelum pandemi COVID-19 atau sebelum Januari 2020.

Menurut Teguh, pemulihan belanja terjadi di setiap lapisan kelompok masyarakat. Dari tiga kelompok masyarakat yang dibagi berdasarkan penghasilan yakni kategori bawah, menengah, atas. Semua kategori masyarakat menunjukkan kenaikan dalam belanja masyarakat.

“Sementara itu kelompok bawah juga mengalami kenaikan. Selain pelonggaran mobilitas, dukungan pemerintah terhadap kelompok ini, dalam bentuk perlindungan sosial, juga berdampak positif bagi kelompok bawah,” ujarnya.

Kenaikan tingkat belanja masyarakat ini, menurut Mandiri Institute, terjadi di Pulau Jawa. Hal ini menunjukkan pemulihan yang cepat seiring dengan diturunkannya tingkat PPKM di banyak provinsi di Pulau Jawa.

Faktor lain yang mendorong kenaikan belanja di Jawa, kata Teguh, adalah menurunnya kasus positif COVID-19. Hal ini membuat masyarakat relatif lebih berani untuk melakukan aktivitas ekonomi.

“Indeks nilai belanja di Jawa pada 15 Agustus berada di 73,4 naik dari 63,8 pada tanggal 1 Agustus 2021,” ujar Teguh.

Sementara itu, indeks belanja di luar Pulau Jawa menunjukkan tren yang menurun, meskipun secara total masih berada di level yang tinggi. Hingga 15 Agustus 2021, indeks belanja di luar Pulau Jawa berada di tingkat 86,4.

Sejalan dengan peningkatan belanja, tingkat pengeluaran di restoran dan toko serba ada (department stores) perlahan mulai meningkat, meskipun masih di bawah 100 atau level normal sebelum pandemi.

Pada 15 Agustus 2021, indeks belanja terkait restoran berada di tingkat 94,8 atau membaik dibandingkan dengan situasi di 1 Agustus 2021.

“Sementara itu belanja di ritel yang terkait kebutuhan rumah tangg dan supermarket tampaknya tidak terdampak cukup dalam semasa PPKM Darurat,” kata Teguh.

Berita Terkait