Jurus BUMN Wijaya Karya Dongkrak Kinerja Semester II-2020

26 Agustus 2020 08:09 WIB

Penulis: wahyudatun nisa

Ilustrasi BUMN Karya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. / Wika.co.id

JAKARTA – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) meningkatkan sinergi dengan entitas anak dan cucu perseroan demi mendongkrak kinerja pada semester II-2020.

Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito mengaku bakal fokus pada penguatan sinergi lini bisnis di Wika Grup. Strategi tersebut dinilai penting demi mewujudkan operasi bisnis yang lebih efisien.

“Upaya ini juga agar memastikan bahwa pertumbuhan yang dialami WIKA sebagai entitas induk juga turut dirasakan oleh entitas anak,” ujar Agung dalam paparan publik secara virtual di Jakarta, Selasa, 25 Agustus 2020.

Salah satu strategi perseroan untuk mendongkrak kinerja di paruh kedua tahun ini adalah penguatan di sisi industri. Misalnya, pembangunan pabrik fabrikasi baja di Majalengka milik anak perusahaan PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi atau Wika Ikon. Proyek ini ditargetkan rampung pada kuartal III-2020.

Genjot Kinerja

Pabrik seluas 30 hektare (Ha) itu memiliki kapasitas 75.000 ton per tahun. Pabrik ini juga memiliki empat jalur produksi yang dilengkapi dengan mesin-mesin robotic dan semi otomatis. Dengan ini, pabrik tersebut dapat menghasilkan produk-produk yang berkualitas dan berpresisi tinggi.

“Dengan beroperasinya pabrik ini, maka kapasitas produksi fabrikasi baja juga bisa mencapai 100.000 ton per tahun. Hadirnya pabrik ini dapat menempatkan Wika Ikon sebagai salah satu perusahaan yang memiliki pabrik fabrikasi baja terlengkap di Indonesia,” tuturnya.

Jika dilihat dari laporan keuangan, pada semester I-2020 perusahaan bersandi saham WIKA itu membukukan pendapatan sebesar Rp7,13 triliun. Jumlah itu merosot hingga 37,23% secara tahunan. Sedangkan di semester pertama 2019, WIKA berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp11,36 triliun.

Merosotnya pendapatan tersebut berimbas pada laba bersih yang diperoleh perseroan. Pada paruh pertama tahun ini, BUMN Karya itu mencatatkan laba senilai Rp250,41 miliar. Perolehan ini turun drastis hingga 71,89% (year on year/yoy). (SKO)

Berita Terkait