Jumlah Pasien Turun, RS Siloam Rugi Rp43 Miliar

JAKARTA – Emiten rumah sakit PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mengantongi rugi bersih hingga Rp43 miliar sepanjang kuartal III-2020. Berbanding terbalik dengan perolehan di periode yang sama tahun lalu. Perseroan mampu mengantongi laba bersih senilai Rp53,8 miliar pada periode itu.

Melemahnya kinerja perseroan ini, terjadi karena sepanjang kuartal III-2020 rumah sakit ini mengalami penurunan volume pasien. Jumlah pasien rawat inap turun sebesar 24,9% (year-on-year/yoy) menjadi sebanyak 138.352 pasien.

Pada sembilan bulan pertama 2020, jumlah pasien rawat jalan juga mengalami penurunan 28,2% yoy menjadi sebanyak 511.780 orang. Sementara itu, di kuartal III-2019, jumlah pasien rawat jalan tercatat ada sebanyak 712.527 orang.

Alhasil, pendapatan operasional kotor rumah sakit ini turun tipis 6% secara tahunan. Hingga 30 September 2020, pendapatan operasional kotor perseroan turun menjadi Rp1,82 triliun.

Presiden Direktur Siloam Ketut Budi Wijaya mengatakan volume pasien cenderung menurun karena pandemi COVID-19. Namun, pelayanan tes dan pengobatan pasien COVID-19 sebagian mengimbangi dampak dari penurunan volume pasien biasa.

Ia juga menyampaikan rumah sakit Siloam turut membantu pemerintah dalam memerangi virus COVID-19. Sepanjang kuartal III-2020, emiten ini telah melakukan 70.000 tes PCR dan 700.000 tes rapid setara serologi.

Selain kapasitas untuk melakukan tes, kata Ketut, Siloam telah mendedikasikan empat rumah sakit untuk pelayanan pengobatan COVID-19.

“Banyak tantangan yang dihadapi di tahun ini, namun kami akan terus mendukung Indonesia untuk melawan COVID-19 dengan terus memperbesar kapasitas tes COVID-19 dan menyediakan perawatan COVID-19 yang terbaik,” tuturnya dalam siaran pers dikutip, Rabu, 28 Oktober 2020.

Tags:
HeadlinePT Siloam International Hospitals TbkSILOSiloamSiloam Hospitals
wahyudatun nisa

wahyudatun nisa

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: