Jumlah Laboratorium Pengecekan Spesimen Covid-19 akan Ditambah

JAKARTA – Pemerintah berencana akan menambah jumlah laboratorium pengecekan spesimen terkait virus Corona.

Hal itu disampaikan oleh juru bicara pemerintah Achmad Yurianto, saat ini tes tersebut baru bisa dilakukan di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Pemerintah memutuskan mulai Senin (16/3/2020) besok, pemeriksaan
laboratorium sudah bisa dilaksanakan di Balai Besar Teknik Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) di Universitas Airlangga Surabaya dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Jakarta,” ujarnya di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2020.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio sendiri mengatakan, pihaknya sudah dihubungi oleh Kemenkes untuk turut serta dalam proses pembuatan vaksin Covid-19.

“Senin kemarin, Kemenkes mengundang kami untuk mulai menginisiasi satu konsorsium,” ujarnya di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2020.

Amin menjelaskan, pembuatan vaksin tersebut memerlukan waktu yang cukup lama, yakni kurang lebih sekitar 10 tahun. Menurutnya, dibutuhkan waktu yang lama dan biaya yang besar untuk menguji efektifitasnya.

Namun, ia berharap bibit vaksin Covid-19 bisa ditemukan dalam waktu satu tahun.

Di sisi lain, sejumlah pemerintah daerah telah menurunkan kebijakan dalam upayanya meminimalisasi dampak penyebaran virus yang telah menyerang di 118 negara tersebut.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, misalnya. Anies Baswedan dalam keterangan resmi (13/3/2020) mengatakan, semua destinasi wisata dan tempat hiburan milik Pemprov DKI Jakarta akan ditutup dua pekan ke depan. Di samping itu, car free day pun juga ditutup sementara.

Terdapat 17 tempat wisata yang ditutup mulai hari ini, antara lain kawasan Monas, Ancol, Kota Tua, kebun binatang Ragunan, dan lain-lain.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah ditemukan satu orang pasien kasus Corona meninggal dunia pada Rabu (11/3/2020).

Kebijakan tersebut di antaranya, meniadakan car free day sampai waktu yang belum ditentukan, memerintahkan siswa dari TK sampai SMA untuk belajar di rumah selama 14 hari ke depan, menutup sejumlah pentas budaya, seperti wayang orang Sriwedari, kethoprak, dan sebagainya.

Tags:
Covid-19KemenkesPenutupan wisata DKI JakartaSoloVirus Corona
%d blogger menyukai ini: