Jumlah Investor Ritel Saratoga (SRTG) Melonjak Usai Stock Split

18 Agustus 2021 09:07 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Amirudin Zuhri

Konglomerat Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai pemilik perusahaan investasi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) / Facebook @SandiSUno

JAKARTA – Jumlah pemegang saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) melonjak setelah melakukan pemecahan nilai nominal saham alias stock split pada pertengahan Mei 2021 lalu. Peningkatan ini didominasi oleh investor ritel.

Melansir data RTI Business, total investor emiten investasi ini sebanyak 5.114 per 31 Mei 2021. Nilai ini tumbuh sekitar 49,97% atau sebesar 1.704 investor dibandingkan dengan periode 30 April 2021, dengan total investor sekitar 3.410.

Pada akhir Juni tahun ini, total investor Saratoga kembali melesat sekitar 51,60% atau sebanyak 2.639 month-on-month (mom) menjadi 7.753. Sementara itu, pada periode 31 Juli 2021, total investor SRTG mencapai 11.882 atau melonjak 53,26% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Adapun susunan pemegang saham utama SRTG antara lain Edwin Soeryadjaya dengan porsi 33,10%, PT Unitra Pertama memegang 32,72%. Lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengempit 21,51% kepemilikan saham SRTG.

Ketiganya merupakan pemegang saham pengendali Saratoga. Di sisi lain, sebesar 12,17% saham SRTG tersebar di publik. Sisanya, sekitar 0,50% dari keseluruhan saham perseroan tercatat sebagai saham treasuri.

Diberitakan sebelumnya, perseroan telah merampungkan aksi stock split dengan rasio 1:5. Aksi korporasi ini telah disetujui para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan perseroan pada 28 April 2021.

Saratoga melakukan pemecahan nilai nominal saham dari Rp100 menjadi Rp20 per lembar. Hal ini tertuang dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 161 tanggal 28 April 2021.

Berita Terkait