JP Morgan Jadi Bank Pertama di Dunia yang Kelola Dana Investasi Aset Kripto

26 Juli 2021 18:31 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Amirudin Zuhri

Ilustrasi Mata Uang Kripto / Pixabay.com

JAKARTA – JP Morgan Chase menjadi bank pertama yang mengelola dana investasi aset kripto. Ini dinilai merupakan sebuah sejarah baru dalam dunia perbankan dan finansial.

JP Morgan Chase telah mulai menawarkan investasi aset kripto seperti Bitcoin kepada kliennya. Adapun para advisor bank mendapatkan akses ke manajemen investasi grayscale.  Ada lima manajemen investasi yang mereka rekomendasikan yaitu Bitcoin Trust, Bitcoin Cash Trust, Ethereum Trust, Ethereum Classic Grayscale dan Bitcoin Trust Osprey Funds.

CEO Indodax, Oscar Darmawan menilai bahwa hal ini merupakan sejarah baru dalam dunia finansial dan perbankan. Menurutnya, hal ini terjadi karena banyaknya permintaan dari nasabah atau klien dari bank itu.

“JP Morgan menjadi bank pertama yang mengelola investasi aset kripto. Ini merupakan sejarah baru dan akan menjadi perubahan besar,” ujarnya di Jakarta, Senin, 26 Juli 2021.

Oscar mengungkapkan bahwa warga Amerika Serikat (AS) khususnya nasabah JP Morgan telah melihat Bitcoin sebagai aset. Hal ini juga diungkapkan oleh Kepala Manajemen Kekayaan JP Morgan, Mary Callahan Erdoes.

“Jadi, para nasabah AS sudah melihat aset kripto seperti Bitcoin adalah aset, dan tidak bisa dipandang remeh. Inilah yang membuat nasabah atau klien JP Morgan banyak yang meminta produk investasi aset kripto di JP Morgan,” ungkapnya.

Padahal, kata dia, JP Morgan merupakan bank yang anti dengan kripto. Hal ini berdasarkan pernyataan CEO JP Morgan Jamie Dimon yang menyatakan Bitcoin adalah bentuk penipuan besar. Namun, hal itu telah dibantahnya bahkan berbalik mempercayai Bitcoin sebagai aset finansial yang baik.

“Karena permintaan dari nasabah terhadap aset kripto terus berdatangan. Hingga akhirnya, JP Morgan menerima pengelolaan dana investasi dari klien ritelnya,” kata dia.

Nantinya, lanjut Oscar, akan ada banyak bank-bank lain yang bisa mengelola dana investasi berbentuk aset kripto. Tidak menutup kemungkinan, dua pesaingnya Goldman Sachs dan Morgan Stanley akan melakukan hal yang sama. 

“Morgan Stanley bisa saja lebih dulu karena bank itu telah mengajukan ke SEC (Otoritas Keuangan AS). Bahkan, bank di negara lain juga bisa jadi meniru langkah JP Morgan,” tutur Oscar.

Bagi dia, ini membuktikan bahwa aset kripto adalah teknologi dan produk keuangan yang tidak bisa dibendung. Karena aset kripto, memang dibutuhkan oleh orang-orang, mengingat fungsinya sebagai aset untuk menyimpan kekayaan. 

Berita Terkait