JP Morgan Daftarkan ADR Berisi Saham Bukalapak, Begini Penjelasan Manajemen

27 September 2021 15:44 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Amirudin Zuhri

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) angkat suara terkait skema pendaftaran efek American Depository Shares evidenced by American Depositary Receipts yang merepresentasikan saham perseroan yang dilakukan oleh JP Morgan Chase Bank, N.A. ( Ismail Pohan/TrenAsia)

JAKARTA – Emiten unicorn e-commerce, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) angkat suara terkait skema pendaftaran efek American Depository Shares evidenced by American Depositary Receipts yang merepresentasikan saham perseroan yang dilakukan oleh JP Morgan Chase Bank, N.A.

Sekretaris Perusahaan Bukalapak, Perdana Arning Saputro menyampaikan bahwa perseroan bukan merupakan pihak dalam Perjanjian antara JP Morgan Chase Bank, N.A sebagai kustodian dan pemegang American Depositary Receipts (ADR).

“Perseroan juga tidak terlibat dalam Registration Statement under The Securities Act of 1933 for American Depositary Shares evidenced by American Depositary Receipt,” ujarnya melalui keterangan resmi, Senin, 27 September 2021.

ADR sendiri merupakan sertifikat yang menggambarkan jumlah kepemilikan saham dalam suatu perusahaan diluar Amerika Serikat, namun disimpan pada perbankan AS dengan cabang di beberapa negara dunia.

Sertifikat tersebut dapat diperjual belikan di bursa atau pasar AS. Sehingga memudahkan investor AS untuk berinvestasi pada saham perusahaan diluar AS. JP Morgan diketahui telah mengajukan pendaftaran ADS ke Securities and Exchange Commission (SEC) pada 21 September 2021.

Sementara itu, Bukalapak telah resmi masuk ke dalam 5 indeks unggulan Bursa Efek Indonesia (BEI) sekaligus, yakni IDX30, LQ45, IDX80, JII, dan JII70 pada 22 September 2021 melalui skema fast entry. Padahal, perseroan baru melantai di Bursa kurang lebih selama sebulan.

Pada indeks masuk IDX30, Bukalapak menggeser posisi PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM). Sedangkan, di indeks LQ45, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) terdepak setelah emiten e-commerce itu masuk. Nasib yang sama diterima oleh PT Link Net (LINK) Tbk di indeks IDX80.

Selanjutnya, Bukalapak menggantikan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) pada indeks JII, dan mengeluarkan PT Ultrajaya Milk Tbk (ULTJ) dari indeks JII70. Adapun hasil evaluasi ini berlaku efektif mulai 29 September 2021 – Januari 2022. 

“Daftar dan jumlah saham yang digunakan dalam penghitungan indeks pada indeks-indeks tersebut akan efektif berlaku pada tanggal 29 September 2021,” tulis manajemen BEI.

 

Berita Terkait