Jokowi Resmikan Puncak Waringin dan Goa Batu Cermin di Labuan Bajo senilai Rp58,7 Miliar

18 Oktober 2021 13:33 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Laila Ramdhini

Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT)/ traveloka.com

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meresmikan Puncak Waringin dan Goa Batu Cermin yang menjadi bagian dari spot pariwisata unggulan di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo. 

Jokowi mengatakan lokasi pariwisata ini harus segera melakukan promosi secara besar-besaran dan menyiapkan Labuan Bajo untuk menyelenggarakan berbagai event nasional dan internasional.

“Dengan adanya pembangunan ini, Labuan Bajo siap digunakan untuk menjadi lokasi pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2022 dan ASEAN Summit 2023,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Senin, 18 Oktober 2021.

Kawasan Puncak Waringin dibangun pada Agustus 2019-Maret 2021 dengan anggaran Rp28,9 miliar. Sedangkan Penataan Goa Batu Cermin dilaksanakan pada Maret 2020-Maret 2021 dengan anggaran Rp29,83 miliar. Sehingga, total anggaran mencapai Rp58,7 miliar.

Di samping itu, Jokowi juga meresmikan pembangunan dan peningkatan delapan ruas jalan di Labuan Bajo.

Adapun 8 ruas jalan yang diresmikan meliputi peningkatan jalan, trotoar dan lansekap Jalan Soekarno Hatta Atas, Jalan Soekarno Hatta Bawah, Jalan Simpang Pede, Jalan Alo Tanis dan Jalan Yohanes Sehadun.

Selanjutnya, pembangunan dan perbaikan geometri jalan, yakni tiga ruas di Jalan Pariwisata Waecicu, Jalan Labuan Bajo – Terang – Pelabuhan Bari, dan perbaikan geometri Jalan akses Pelabuhan Peti Kemas Wae Kelambu.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan Puncak Waringin dibangun untuk dijadikan creative hub dan pusat suvenir yang mengusung kearifan lokal.

“Pekerjaan Puncak Waringin meliputi pembangunan pusat suvenir, rumah tenun, amphitheater, ruang terbuka hijau dan area parkir,” ujarnya. 

Lalu, penataan Goa Batu Cermin meliputi pembangunan sejumlah fasilitas seperti ampiteater dan rumah budaya untuk mendukung kegiatan seni dan budaya lokal.

Fasilitas lain yang dibangun adalah trekking point menuju goa, kantor pengelola, loket, kafetaria, area parkir, auditorium, pusat informasi, dan toilet.

Untuk pengerjaan jalur trekking Goa Batu Cermin, pada awalnya dilaksanakan dengan skema Padat Karya Tunai (PKT) yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan.

Pengerjaan ini meliputi pembongkaran jalur trekking eksisting dan pekerjaan beton jalur trekking. 

Berita Terkait