Jokowi Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III akan Lebih Rendah dari Sebelumnya

26 Agustus 2021 15:49 WIB

Penulis: Fachrizal

Editor: Amirudin Zuhri

Presiden RI, Joko Widodo memberikan salam pada peserta sidang yang hadir di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta. Senin, 16 Agustus 2021. Foto: POOL/Sopian (POOL/Sopian)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal III akan lebih rendah dari kuartal sebelumnya. Oleh karena itu, Jokowi minta jajarannya terus melakukan langkah-langkah percepatan pertumbuhan ekonomi.  

"Kita pastikan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga pasti akan lebih rendah dari kuartal yang kedua," kata Jokowi dalam Sarasehan 100 Ekonom dengan tema ‘Penguatan Reformasi Struktural Fiskal dan Belanja Berkualitas di Tengah Pandemi’ yang digelar INDEF secara virtual, Kamis, 26 Agustus 2021.

Dalam pemaparannya, Jokowi bersyukur pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun 2021 melesat di angka 7,07 persen. Padahal, pada kuartal pertama tahun yang sama ekonomi masih kontraksi yakni minus 0,74 persen. Sementara, inflasi di kuartal ke-II tahun ini berada di angka 1,5 persen. 

Presiden berharap pertumbuhan ekonomi tersebut dapat terus berlanjut ke arah yang lebih baik. Kendati begitu, ia menyadari bahwa kondisi ekonomi sangat bergantung pada situasi COVID-19.

"Kita berharap dengan penanganan kasus yang turun, turun, turun kita harapkan juga ekonomi akan kembali tahap demi tahap naik kembali," ujarnya.

Menyeimbangkan Gas dan Rem

Jokowi pun mewanti-wanti jajarannya untuk terus menyeimbangkan gas dan rem antara penanganan krisis kesehatan dengan ekonomi selama pandemi. Setidaknya, terdapat tiga strategi besar untuk mencapai hal itu, meliputi hilirisasi industri, digitalisasi UMKM, serta ekonomi hijau. 

"Kita tetap harus menjaga gas dan rem ini agar betul-betul berada pada keseimbangan yang baik. Artinya Covid-nya tahap demi tahap bisa kita turunkan, bisa kita kurangi, sehingga ekonomi tahap demi tahap bisa kembali pulih ke arah normal atau lebih baik lagi," kata presiden. 

Sebelumnya, prediksi perekonomian kuartal III tahun 2021 juga telah disampaikan Ketua DPR Puan Maharani. Puan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali tertekan pada kuartal III-2021. Hal ini sebagai dampak dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM yang berlaku selama beberapa bulan terakhir.

Pernyataan tersebut Puan sampaikan dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2022 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 16 Agustus 2021. 

"Pada Kuartal III 2021 dapat diperkirakan laju pertumbuhan ekonomi akan kembali tertekan dengan adanya PPKM," kata Puan. 

Oleh karena ekonomi kuartal ke-III diperkirakan akan turun akibat pembatasan, Puan ingin pemerintah melakukan berbagai upaya antisipasi.

Berita Terkait