Jokowi Perintahkan Panglima TNI dan Kapolri usut Kasus Pembunuhan di Papua

TrenAsia (TA) -tcodep style="text-align: justify;">JAKARTA– Presiden Joko Widodo memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut kasus pembunuhan puluhan pekerja konstruksi PT Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Papua. Menurutnya, informasi terkait kasus pembunuhan pekerja proyek jembatan itu masih simpang siur. 

Jokowi meminta detail informasi yang akurat mengenai kasus tersebut terlebih dahulu. Jokowi mengaku mengenal medan di kabupaten tersebut yang terjal dan masih belum memiliki fasilitas untuk komunikasi. 

“Di Nduga itu tidak ada sinyal, sehingga ini masih perlu dikonfirmasi di sana, apakah betul kejadiannya seperti itu. Saya tadi pagi sudah perintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk dilihat dulu karena ini masih simpang siur,” kata Jokowi di Jakarta, Selasa (4/12), seperti dikutip dari CNN.

Menurut Jokowi, dibutuhkan pengamanan ekstra demi menjalankan proyek infrastruktur di Papua. Pengamanan tersebut bisa dilakukan dengan mengerahkan pasukan TNI. Jokowi memaklumi pembangunan infrastruktur di Negeri Cendrawasih masih rentan dengan masalah keaman. Namun, kendati demikian, Jokowi menegaskan bahwa pembangunan di Papua akan terus berlanjut. 

“Pembangunan infrastruktur di Papua terus berlanjut. Kita tidak takut dengan hal seperti itu. Tapi kita tahu, pembangunan di tanah Papua medannya sangat sulit dan masih ada gangguan keamanan seperti itu,” ucapnya.

Polda Papua telah mengirimkan anggota ke lokasi. Sebelumnya, personel gabungan juga telah dikerahkan ke lokasi untuk menyelidiki kasus tersebut. 

Kronologis Kejadian

Polda Papua menerima informasi perihal pembunuhan puluhan pekerja di proyek jembatan Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, pada akhir pekan lalu. Disebut 31 orang tewas dibunuh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Menurut Kabid Humas Kombes (Pol) Ahmad Musthofa Kamal mengatakan KKB membunuh 24 orang pada awalnya.

Namun, mereka menangkap 8 rang lagi. Tujuh diantaranya tewas, sedangkan satu orang lagi masih belum diketahui apa berhasil melarikan diri atau juga ikut menjadi korban. 

Sebelum ada laporan pembunuhan tersebut, pada 1 Desember 2018 sekitar pukul 20.30 WIT, manajer proyek PT Istaka Karya paket pembangunan jembatan Habema-Mugi, Cahyo, menerima telepon dari nomor seluler yang biasa dipegang koordinator lapangan, Jhoni. Namun, Cahyo mengaku tak paham maksud pembicaraan orang yang menelepon tersebut.

Setelah menerima laporan pembunuhan, pada 3 Desember 2018 pukul 15.30 WIT, personel gabungan TNI dan Polri yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP RL Tahapary bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi Kabupaten Nduga. 

Namun, saat tiba di kilometer 46, tim bertemu dengan salah satu mobil dari arah Distrik Mbua dan menyampaikan untuk tim segera balik kanan karena jalan diblokir KKB.

“Belum dapat dipastikan penyebab pembunuhan terhadap puluhan karyawan PT Istaka,” ujar Kapolda Papua Irjen Sormin. ***(Nasser Panggebean)