Jokowi Pastikan Fasilitas Observasi COVID-19 di Pulau Galang Siap 6 April

Presiden Joko Widodo menargetkan fasilitas observasi/penampungan/karantina COVID-19 di Pulau Galang, Batam dapat beroperasi pada 6 April 2020.

Disitat dari laman Twitter Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis, 2 April 2020, menyebutkan per 1 April, progres pembangunan rumah sakit darurat COVID-19 tersebut telah mencapai 94,42%.

“Fasilitas observasi/penampungan/karantina ini maksimal Senin, 6 April 2020 sudah bisa dioperasikan. Memang ada keterlambatan kemarin sekitar 3-4 hari karena transportasi bahan-bahan material dalam pengiriman terkendala cuaca,” ujar Jokowi.

Lokasi pembangunan rumah sakit darurat ini memanfaatkan lahan seluas 20 hektare dari total luas area 80 Ha di Pulau Galang yakni dengan merenovasi kawasan bekas pengungsi Vietnam (eks-Sinam). Area pengembangannya berjarak 60 kilometer dari Bandara Hang Nadim dan 56 Km dari Kota Batam.

Sementara, untuk mendukung penyediaan air bersih pada rumah sakit darurat tersebut, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Diktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Alam (SDA) telah menyelesaikan pemasangan pipa transmisi air baku sepanjang 13,8 Km. Pipa transmisi air baku tersebut bersumber dari Waduk Monggak Rempang.

Tampungan air ini menjadi pilihan untuk sumber air baku di rumah sakit tersebut lantaran memiliki debit air yang cukup yakni sebesar 232 liter/detik. Lokasinya pun tidak jauh dari Pulau Galang yang hanya berjarak 16 Km.

Selain itu, waduk ini memiliki volume tampung 5,1 juta meter kubik dengan luas genangan 154,6 Ha. Kementerian PUPR juga telah melakukan pengerukan dan perluasan Embung Camp Vietnam dari luas eksisting 0,082 Ha menjadi 0,67 Ha.

Kemudian, melakukan pekerjaan galian seluas 6.500 m3, timbunan 2.000 m3, serta pemasangan Instalansi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas 5 liter/detik, dan reservoir berkapasitas 50 m3 dari Waduk Monggak Rempang yang sudah dilakukan uji coba.

Sebagai informasi, kapasitas tampung dari fasilitas yang berlokasi di Pulau Galang itu sebanyak 1.000 tempat tidur.

Pada tahap pertama dibangun dua gedung bertingkat dua untuk menampung 340 tempat tidur yang diprioritaskan untuk diselesaikan terlebih dahulu. Dengan rincian, sebanyak 240 tempat tidur untuk orang Dalam Pengawasan (ODP) dan 100 tempat tidur untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Adapun, 340 tempat tidur tersebut merupakan fasilitas observasi non ICU, sedangkan 20 tempat tidur lainnya merupakan fasilitas ICU. Sisanya, 640 tempat tidur akan dilaksanakan pada pembangunan tahap kedua. Pembangunan pusat observasi dan isolasi di Pulau Galang tersebut menelan anggaran Rp400 miliar. (SKO)

Tags:
Covid-19Fasilitas ObservasiKementerian PUPRPembangunanPresiden Joko WidodoPulau GalangRumah sakit darurat
wahyudatun nisa

wahyudatun nisa

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: