Jokowi Ingin Orientasi Perekonomian RI Dialihkan dari Sektor Konsumsi Menuju Investasi dan Ekspor

16 Agustus 2021 11:00 WIB

Penulis: Fachrizal

Editor: Rizky C. Septania

Presiden Joko Widodo dengan mengenakan pakaian adat suku Baduy bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin disambut Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat tiba di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen,Senayan, Jakarta, Senin, 16 Agustus 2021. Foto: Istimewa

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan orientasi Perekonomian RI dialihkan dari sektor konsumsi menuju ke arah yang lebih produktif, yaitu investasi dan ekspor.


Pernyataan tersebut Jokowi sampaikan saat memberikan Pidatonya dalam Rangka HUT ke-76 RI di Gedung MPR/DPR pada Senin, 16 Agustus 2021.  

Lewat pernyataan tersebut, ia menyadari perekonomian Indonesia selama ini sangat bergantung pada konsumsi rumah tangga. Sehingga ia menginginkan kedepan struktur konsumtif tersebut harus diubah ke arah yang lebih produktif.

"Struktur ekonomi kita yang selama ini lebih dari 55% dikontribusikan oleh konsumsi rumah tangga, harus terus kita alihkan menjadi lebih produktif dengan mendorong hilirisasi, investasi dan ekspor," ungkap Jokowi pada pidatonya dalam Rangka HUT ke-76 RI di Gedung MPR/DPR pada Senin, 16 Agustus 2021.  

Menurut Jokowi, salah satu upayanya dalam meningkatkan produktivitas perekonomian adalah menyelesaikan perumusan Undang-Undang Cipta Kerja.

"Fokus pemerintah adalah menciptakan sebanyak mungkin lapangan kerja baru yang berkualitas. Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja terus kita percepat," kata Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi berujar, pemerintah telah meluncurkan platform Online Single Submission (OSS) yang sangat mempermudah semua level dan jenis usaha, apalagi bagi jenis-jenis usaha yang berisiko rendah. Sehingga, urusan perizinan, pengurusan insentif dan pajak bisa dilakukan jauh lebih cepat, lebih transparan, dan lebih mudah.

"Kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya," lanjut Jokowi.

Jokowi berpesan, pandemi memang telah banyak menghambat laju pertumbuhan ekonomi bangsa, namun, ia tidak menginginkan hal ini menghambat proses reformasi struktural perekonomian bangsa.

"Yang lebih utama dan merupakan solusi perekonomian yang berkelanjutan, pemerintah memastikan agar masyarakat bisa memperoleh pekerjaan yang layak dan mendongkrak perekonomian nasional," ungkapnya.

Berita Terkait