Jokowi akan Groundbreaking Kawasan Industrial Park Indonesia di Kaltara Senilai Rp1.848 Triliun

21 Desember 2021 10:30 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Rizky C. Septania

Presiden Joko Widodo. (Twitter/@jokowi)

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 21 Desember 2021 akan melakukan groundbreaking Kawasan Industrial Park Indonesia (KIPI) di Provinsi Kalimantan Utara.

KIPI merupakan area proyek hijau yang akan disebut-sebut Jokowi menjadi kawasan industri hijau terbesar di dunia dengan investasi mencapai US$132 miliar setara Rp1.896 triliun (asumsi kurs Rp14.369 per dolar Amerika Serikat).

"Di Kabupaten Bulungan, Presiden Jokowi diagendakan untuk melakukan groundbreaking Kawasan Industrial Park Indonesia (KIPI)," bunyi keterangan pers Presiden RI, Selasa pagi.

Adapun proyek kawasan industri ini merupakan milik PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) dan PT Kawasan Industri Kalimantan Indonesia (KIKI) dengan luas sekitara 20.000 hektare (Ha).

Jokowi sebelumnya mengatakan KIPI akan menjadi sentra pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) Indonesia guna mengatasi perubahan iklim yang kini tengah menjadi isu global.

"Kita memulai untuk membangun green industrial park dengan produk keluarannya adalah produk hijau, energinya dengan energi hijau," katanya dalam keterangan resmi.

Dia mengatakan semua produk energi terbaruk akan dihasilan atau diproduksi dari KIPI. Ditargetkan, dalam jangka waktu satu dekade, KIPI bisa menjual produknya ke luar negeri.

"Karena semua nanti ke depan, sepuluh tahun lagi, yang namanya Uni Eropa, yang namanya Amerika akan mulai mereka enggak mau membeli barang yang itu dihasilkan dari industri yang menggunakan, misalnya batu bara, sudah enggak mau lagi," tandasnya.

Jokowi mengatakan sudah banyak investor asing yang antre untuk berinvestasi di KIPI. Dengan pontesi energi terbarukan yang begitu besar, Jokowi memandang bahwa sudah saatnya Indonesia beralih menuju energi hijau.

"Ini nanti adalah yang pertama di dunia, kita memiliki 20 ribu hektare green industrial park yang energinya ditarik dari Sungai Kayan, jadi kawasan industri hijau ini ada di Kalimantan Utara. Dan yang memesan kawasan ini sudah banyak mengantre, karena mereka tahu ini energinya yang dipakai adalah energi hijau," ucapnya.

Sesuai namanya, sumber energi utama dari kawasan ini berupa hydropower dan solar panel. Selain itu, daya listrik juga akan ditopang menggunakan bahan bakar gas.

Selanjutnya, akan ada beberapa proyek rencananya akan dibangun dalam kawasan ini seperti petrokimia, electronic alumine, baja, new energy battery 1, new energy battery 2, industri silikon, dan polycrystalline silicon serta industri aluminum.

Berita Terkait