Joe Biden Investasi Energi Mobil Listrik Rp2,5 Kuadriliun, Saham Tesla Meroket

02 April 2021 04:51 WIB

Penulis: Mochammad Ade Pamungkas

Bos mobil listrik Tesla, Elon Musk / Reuters

undefined

JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Joe Robinette Biden memasukan US$174 miliar setara Rp2,5 kuadriliun dalam paket infrastruktur sebagai investasi untuk memenangkan pasar mobil listrik (electric vehicle/EV) pada Kamis, 1 April 2021.

Mengutip dari Reuters, dana itu digunakan untuk memacu rantai pasokan domestik dan memberi konsumen potongan atau bonus (rebate) untuk membeli mobil listrik.

Hal itu mengakibatkan, harga saham produsen mobil listrik Tesla Inc (TSLA) di bursa NASDAQ melonjak hingga 5,08% ke level US$667,93 setara Rp9,7 juta per lembar (asumsi kurs Rp14.525 per dolar AS) pada Kamis, 1 April 2021 pukul 15.00 WIB.

Bahkan Yahoo Finance memprediksi, pra-pasar Tesla akan mencapai lebih dari US$685 (Rp9,9 juta) pada Jum’at 2 April 2021. Artinya harga saham Tesla milik orang paling tajir sejagat raya Elon Musk akan meroket hingga 7,7% sejak 31 Maret 2021.

Gedung Putih juga menyampaikan, pendanaan mobil listrik tersebut bertujuan untuk meningkatkan produksi komponen dan baterai mobil listrik yang sangat dibutuhkan oleh Tesla.

Mengingat, Tesla mengalami masalah produksi mobil listrik karena kelangkaan suku cadang baterai dan chip.

Dana tersebut juga akan digunakan sebagai hibah dan insentif untuk membangun jaringan 50.000 pengisian baterai mobil listrik secara nasional pada 2030.

Selain itu, sebagian dana dari paket infrastruktur akan digunakan untuk mengganti 50.000 mobil diesel dan 20% bis sekolah dengan kendaraan listrik.

Dana tersebut merupakan bagian dari US$682 miliar atau sekitar Rp9,1 kuadriliun yang difokuskan untuk masalah iklim dan pemanasan global, dari paket infrastruktur yang diumumkan oleh Presiden Joe Biden. (SKO)

Berita Terkait