Jepang Bangun Sistem Pengenalan Wajah Yang Menembus Masker

January 08, 2021, 03:39 PM UTC

Penulis: AZ

Ilustrasi/Hacker Noon

TOKYO- Perusahaan teknologi Jepang NEC Corp menghadirkan sistem pengenalan wajah untuk mengidentifikasi orang-orang. Alat ini tetap akan bekerja meski orang mengenakan masker.

NEC sebenarnya telah mengerjakan sistem untuk memenuhi kebutuhan penderita alergi yang memakai masker. Ini adalah hal yang umum di Jepang, namun pandemi COVID-19 mendorong untuk mempercepat pengembangan sistem tersebut.

“Kebutuhan semakin meningkat karena situasi virus corona seiring dengan keadaan darurat (tahun lalu) berlanjut untuk waktu yang lama, jadi kami sekarang telah memperkenalkan teknologi ini ke pasar,” kata asisten manajer divisi platform digital NEC, Shinya Takashima, kepada Reuters Jumat 8 Januari 2020.

Sistem tersebut mengenali ketika seseorang memakai topeng dan mempertajam bagian yang tidak tertutup masker, seperti mata dan area sekitarnya, untuk memverifikasi identitas subjek. Pengguna mendaftarkan foto wajah mereka terlebih dahulu.

NEC mengatakan verifikasi membutuhkan waktu kurang dari satu detik dan mengklaim tingkat akurasi lebih dari 99,9 persen.

Penggunaan sistem ini dapat di gerbang keamanan di gedung perkantoran dan fasilitas lainnya. NEC juga menguji coba teknologi pembayaran otomatis di toko swalayan tanpa awak di kantor pusatnya di Tokyo.

NEC menolak untuk mengungkapkan harga sistem tersebut. Perusahaan itu menargetkan penjualan 100 miliar yen atau sekitar Rp13,5 triliun pada tahun fiskal 2021 untuk bisnis analisis biometrik dan video, yang mencakup sistem teknologi wajah.

Menurut Takashima, sistem baru tersebut mulai dijual pada Oktober, dan pelanggannya termasuk Lufthansa dan Swiss International Airlines.

Sistem pengenalan wajah berarti tidak harus menunjukkan kartu keamanan, yang bisa hilang atau dicuri, dan juga membantu mencegah penyebaran kuman dari bersentuhan secara tidak langsung. “Verifikasi tanpa sentuhan menjadi sangat penting karena dampak virus corona,” ujar Takashima.

“Ke depannya kami berharap dapat berkontribusi untuk keselamatan dan ketenangan pikiran dengan memperkuat (upaya) di bidang itu,” dia menambahkan.