Jelang Rights Issue, Bank Capital Gelar RUPST dan RUPSLB pada 25 Agustus 2021

21 Juli 2021 11:30 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Rizky C. Septania

Kantor Bank Capital dan asuransi Capital Life di Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) mengumumkan penyelenggaraan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 25 Agustus 2021. 

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia Senin (19/7), perseroan merinci, RUPST dan RUPSLB akan dilaksanakan pada 25 Agustus 2021 pukul 10.00 WIB di Le Meridien Hotel, Jakarta. 

Adapun, pemegang saham yang berhak hadir dalam rapat adalah yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada Senin (2/8/2021) sampai dengan pukul 16.00 WIB dan pemegang saham pada sub rekening efek PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada penutupan perdagangan saham perseroan di BEI pada 2 Agustus 2021 sampai dengan pukul 16.00 WIB. 

Sementara itu, perseroan belum menentukan mata acara rapat. Sehingga, perseroan masih membuka usulan dari para pemegang saham dengan memenuhi sejumlah syarat. Pertama, usulan telah diterima oleh direksi perseroan selambat-lambatnya 7 hari sebelum pemanggilan RUPS. 

Kedua, diajukan secara tertulis kepada direksi  perseroan oleh 1 pemegang saham atau lebih yang mewakili 1/20 bagian atau lebih dari jumlah seluruh saham dengan hak suara. 

Ketiga, usul tersebut harus dilakukan dengan itikad baik, mempertimbangkan kepentingan perseroan, merupakan mata acara yang membutuhkan keputusan RUPS, menyertakan alasan dan bahan usulan mata acara rapat, dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar. 

Sebelumnya, Bank Capital lebih dulu mengumumkan rencana penambahan modal melalui skema right issue. Aksi tersebut akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 20 miliar lembar saham baru dengan nilai nominal Rp100 dengan harga pelaksanaan yang belum disampaikan. 

Perseroan merinci, hasil dari penawaran rights issue akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan. Sehingga dapat menambah kemampuan perseroan untuk meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha dan daya saing dalam bidang usaha jasa perbankan.

Berita Terkait