Jelang Lebaran, Pengajuan Kredit Online Akseleran Melejit 30%

May 15, 2020, 04:04 AM UTC

Penulis: Khoirul Anam

Ilustrasi peer to peer lending. / Akseleran.co.id

Platform peer-to-peer (P2P) lending PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) mencatat adanya kenaikan pendanaan menjelang Lebaran 2020. Hingga Maret 2020, kenaikan pendanaan mencapai 30% atau hampir Rp200 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

CEO sekaligus Co-Founder Akseleran Ivan Tambunan mengatakan, dari sisi volume kontribusi pendanaan oleh pendana retail masih berasal dari rentang usia 35 hingga 54 tahun yang mencapai 41%. Sementara dari sisi jumlah pendana kontribusi terbesar dengan rentang usia 21 hingga 34 tahun yang mencapai 70,5%.

“Tren positif tersebut masih terjaga hingga Lebaran tiba, seiring dengan pendana retail yang akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) di pertengahan Mei,” kata Ivan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 14 Mei 2020.

Dia menyebutkan, saat ini Akseleran telah menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp1,23 triliun. Adapun selama 4 bulan terakhir, P2P lending yang tercatat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2017 ini telah menyalurkan total pinjaman usaha lebih dari Rp250 miliar kepada para pelaku usaha.

“Namun, pandemi COVID-19 membuat penyaluran pinjaman usaha Akseleran mengalami penurunan sekitar 30%-40%. Adapun untuk sektor usahanya Akseleran bermain di sektor infastruktur, pertambangan, logistik dan perdagangan,” tegas Ivan.

Kendati demikian, Ivan menyebut adanya peningkatan permintaan pinjaman di sektor kesehatan seperti pengadaan rapid test. Selain itu, sektor logistik juga mengalami peningkatan terkait distributor sembako.

“Khusus Ramadan tahun ini, bisnis Akseleran tidak begitu terdampak COVID-19, sebab Akseleran merupakan P2P Lending sektor produktif,” tambahnya.

Diketahui, dalam penyaluran pinjaman usaha di tengah pandemi, Akseleran secara ketat melakukan assesment pinjaman agar tingkat gagal bayar oleh peminjam tidak meningkat.

Menurut Ivan, langkah itu berhasil mempertahankan kestabilan tingkat gagal bayar Akseleran yang pada Mei mencapai 0,05%.

“Dari penyaluran pinjaman usaha memang sedikit menurun akibat COVID-19, dan belum ada perubahan secara signifikan dari sektor usaha. Namun, Akseleran mencatat pemberi pinjaman cenderung meningkat sejalan dengan stabilnya tingkat gagal bayar Akseleran yang akan dijaga untuk di bawah 1%,” ujar dia. (SKO)