Jelang IPO, Mitratel Borong 6.050 Menara Telkomsel Rp10,3 Triliun

October 16, 2020, 03:14 PM UTC

Penulis: Fajar Yusuf Rasdianto

Ilustrasi menara Base Transceiver Station (BTS) PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) / Facebook @Mitratel

JAKARTA – Menjelang go public, PT Daya Mitra Telekomunikasi (Mitratel) resmi memborong 6.050 menara milik PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel). Keduanya merupakan entitas usaha dari perusahaan telekomunikasi pelat merah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

VP Investor Relations Telkom Andi Setiawan menerangkan, transaksi tersebut telah dilakukan pada 14 Oktober 2020 dengan dana Rp10,3 triliun. Transaksi ini membuat total kepemilikan menara Mitratel pun bertambah menjadi 22.000 unit.

“Pembelian menara telekomunikasi ini akan memperkuat fundamental bisnis dan menciptakan nilai tambah bagi Mitratel, sekaligus membantu Mitratel merealisasikan rencana jangka panjangnya,” terang Andi dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 16 Oktober 2020.

Andi menambahkan, tujuan dari transaksi afiliasi ini adalah untuk menata ulang portofolio perseroan agar bisa memberi nilai tambah yang optimal bagi para pemegang saham. Sekaligus memfokuskan bisnis utama anak usahanya pada bidang tertentu yang telah menjadi spesialisasi perusahaan.

Ke depan, Mitratel akan difokuskan untuk bergerak dalam bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi. Sedangkan Telkomsel akan fokus pada bisnis telekomunikasi digital.

“Telkomsel akan fokus pada bisnis utamanya sebagai
perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia dengan
membangun ekosistem digital dan memberikan pengalaman
digital connectivity terbaik bagi pelanggan Telkomsel,” pungkas dia.

Sebelumnya, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membenarkan kabar rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada anak usahanya PT Dayamitra Telekomunikasi alias Mitratel. Namun emiten pelat merah ini masih belum bisa memastikan kapan rencana IPO tersebut bakal terealisasi.

Manajemen Telkom menjelaskan, saat ini pihak perseroan tengah mengkaji rencana IPO Mitratel yang sudah direncanakan sejak 2012 silam. Kajian dilakukan guna memastikan stretegi IPO ini dapat berjalan baik dan optimal. (SKO)