Jelang Diakuisisi, Laba Bank Permata Kuartal I-2020 Amblas Nyaris 100%

May 12, 2020, 05:46 PM UTC

Penulis: Aprilia Ciptaning

ATM Bank Permata. / Permatabank.com

Menjelang diakuisisi, laba bersih PT Bank Permata Tbk. (BNLI) kuartal I-2020 anjlok 99,5% menjadi Rp1,73 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp377,3 miliar.

Anak usaha PT Astra International Tbk. (ASII) ini melaporkan kinerja konsolidasian kuartal I-2020 lewat keterbukaan informasi di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat, 8 Mei 2020.

Bank Permata meraup pendapatan bunga senilai Rp2,55 triliun pada kuartal I-2020, naik tipis 1,79% dari sebelumnya Rp2,5 triliun. Sehingga, pendapatan bunga dan syariah bersih naik 15,9% menjadi Rp1,53 triliun.

Emiten bersandi saham BNLI itu meraup kenaikan pendapatan operasional 17,3% menjadi Rp2,07 triliun dari Rp1,76 triliun. Namun, kerugian penurunan nilai aset keuangan membengkak 485% menjadi Rp621,6 miliar dan kerugian penurunan nilai atas transaksi rekening administratif Rp13,6 miliar dari sebelumnya tidak ada.

Akhirnya, laba sebelum pajak anjlok 45,3% menjadi Rp280,9 miliar. Ditambah lagi perseroan harus menanggung beban pajak tangguhan yang melambung dua kali lipat menjadi Rp279,2 miliar.

Pada akhirnya, laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada entitas indukpun harus ambruk nyaris 100%. Laba Bank Permata kuartal I-2020 anjlok 99,5% menjadi Rp1,73 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp377,3 miliar.

Sementara laba bersih tahun berjalan bank tanpa anak usaha, yang dapat diatribusikan kepada entitas induk juga anjlok 99,5% menjadi Rp1,86 miliar dari Rp380,56 miliar.

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Permata konsolidasi mencapai Rp114,46 triliun per 31 Maret 2020. Jumlah DPK itu naik 9% dari 31 Desember 2019 senilai Rp104,96 triliun.

DPK Terdiri dari giro Rp36,48 triliun, tabungan Rp22,78 triliun, dan deposito Rp55,19 triliun. Sedangkan, total kredit dan pembiayaan syariah yang disalurkan mencapai Rp110,45 triliun, tumbuh 2,1% dari akhir tahun 2019.

Sementara rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) Bank Permata pada akhir Maret 2020 berada pada level 3,18% gross, lebih baik dari akhir Desember 2019 di level 3,78%. Sedangkan, NPL net juga membaik ke level 1,23% dari sebelumnya 1,63%.

Seperti diketahui, saham Bank Permata milik PT Astra International Tbk. (ASII) dan Standard Chartered Bank (SCB) akan diakuisisi oleh Bangkok Bank Public Company Limited (Bangkok Bank). Harga akuisisi saham BNLI sepakat dipangkas dari sebelumnya Rp37,43 triliun setara 1,77 kali book value menjadi 1,63 kali.

Hingga saat ini, Standard Chartered Bank dan Astra International memiliki total saham emiten perbankan dengan kode BNLI tersebut sebesar 89,12%, atau masing-masing sebesar 44,56%.

Pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2020, saham BNLI ditutup naik 2,04% sebesar 25 poin ke level Rp1.250 per lembar. Kapitalisasi pasar saham BNLI mencapai Rp35,05 triliun dengan imbal hasil 50,16% dalam setahun terakhir. (SKO)