Jelang ASEAN Summit dan KTT G-20, Labuan Bajo Bersolek

August 10, 2020, 07:25 PM UTC

Penulis: wahyudatun nisa

Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT)/ traveloka.com

JAKARTA – Pengelola kawasan strategis pariwisata nasional (KPSN) Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkatkan kualitas dalam rangka menyambut pagelaran Asean Summit dan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 pada 2023 mendatang.

Direktur Utama Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Labuan Bajo Flores Shana Fatina mengatakan ada sejumlah pembangunan dan peningkatan pelayanan yang dilakukan untuk menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium.

“Salah satunya, kesiapan Bandara Komodo menerima kedatangan penerbangan Internasional,” ujar Shana dalam keterangan resmi yang dirilis Senin, 10 Agustus 2020.

Sebenarnya, kata Shana, bandara itu sudah bisa digunakan akhir tahun ini, namun karena pandemi COVID-19 menjadi tertunda hingga 2021.

“Targetnya Februari 2021 Airport Komodo akan dikelola bersama Airport Changi dan Cardig untuk melayani penerbangan internasional,” ujarnya. Rencananya, tahun depan akan dilakukan perpanjangan runway dan apron di bandara tersebut.

Wisata Premium

Pada tahun ini, pembangunan akan dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk perpanjangan runway 250 meter dan pemotongan Bukit Telumpang agar pesawat bisa terbang dengan nyaman.

“Kami juga mendorong pariwisata berkualitas yang menjaring kunjungan wisatawan dengan tingkat pengeluaran yang tinggi, setidaknya US$1.500 per kunjungan per orang,” tuturnya.

Untuk memperkuat layanan pariwisata premium, Shana mengatakan pihaknya juga akan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) pelaku pariwisata di Labuan Bajo.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Edwin Darmasetiawan menyampaikan pihaknya berkerja sama dengan BOP Labuan Bajo dan instansi terkait untuk membenahi kawasan Tana Mori yang ada di Labuan Bajo.

Dikatakannya, pembangunan kawasan tersebut merupakan upaya untuk menjadikan Labuan Bajo yang sudah ditentukan sebagai salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas yang ada di Indonesia menjadi destinasi wisata premium yang menarik wisatawan mancanegara dengan daya beli tinggi.

Masterplan Tana Mori sudah kami selesaikan jadi ini sudah sangat siap untuk dibangun. Tana Mori juga akan dibangun dengan konsep-konsep yang sesuai dengan nilai-nilai travel & tourism competitiveness index (TTCI),” jelasnya.

Edwin juga menyebutkan pihaknya tengah membangun dua unit hotel bintang lima dan satu unit hotel bintang empat untuk menampung para tamu KTT G-20 dan Asean Summit nantinya. (SKO)