Jelang Akhir Tahun, Mirae Asset Perkirakan Penerbitan Saham Baru Akan Meninggi

11 Agustus 2022 06:02 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Fakhri Rezy

Karyawan beraktivitas di dekat layar daftar perusahaan member IDX yang sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 7 Juni 2022. (TrenAsia/Ismail Pohan)

JAKARTA – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi penerbitan saham atau obligasi baru dalam negeri pada akhir tahun2022 akan tinggi. Hal ini karena adanya momen persiapan politik menjelang pemilihan umum (pemilu) 2024. 

Menurut Deputy Director Investment Banking Mirae Asset Sekuritas Mukti Wibowo, perkembangan tersebut terindikasi dari penjaminan emisi perusahaannya yang masih terbuka lebar potensinya hingga akhir tahun dan ditambah dengan adanya momentume persiapan pemilu 2024.

“Sampai akhir tahun, kami perkirakan Mirae Asset Sekuritas masih dapat menangani penjaminan emisi 11-12 perusahaan dengan beberapa perusahaan lain yang sudah ada di pipeline (sedang berjalan prosesnya). Tahun ini, kami prediksi masih bisa lebih tinggi dari 2021,” ujar Bowo saat acara Media Day: August 2022 by Mirae Asset Sekuritas, Selasa, 9 Agustus 2022.

Bowo pun menyampaikan, sejak awal 2022, Mirae Asset Sekuritas telah menjadi penjamin emisi dalam penerbitan empat saham empat perusahaan dan efek utang dua perusahaan. 

Untuk diketahui, penjaminan emisi adalah proses pendukung transaksi pasar uang atau pasar modal oleh pihak yang turut menjamin dan bertanggung jawab apabila terjadi pelanggaran perjanjian yang dilakukan oleh salah satu pihak.

Pihak yang menjadi penjamin emisi di antaranya bank investasi, bank komersial, atau perusahaan pialang (broker) yang bekerja sama dengan emiten untuk menjual emisi baru. 

Pada semester I-2022, tercatat dua perusahaan yang menggunakan jasa Mirae Asset Sekuritas Indonesia untuk penggalangan dana dari penerbitan saham, yakni PT Adhi Karya Commuter Properti Tbk (ADCP) dan PT Arkora Hydro Tbk (ARKO). 

Lalu, dua perusahaan lain yang menggunakan jasa Mirae Asset Sekuritas untuk penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) adalah PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) dan PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) yang baru melantai di bursa pada 8 dan 9 Agustus. Nilai emisi keempat perusahaan yang menggelar IPO saham tahun ini lebih dari Rp545 miliar.

Sementara itu, dua perusahaan yang menggunakan jasa Mirae Asset Sekuritas untuk penjaminan emisi efek utang yaitu PT Indah Kiat Pulp & Papers Tbk (INKP) dan PT PP Property Tbk (PPRO_. Penerbitan efek utang kedua perusahaan tersebut bernilai lebih dari Rp3,5 triliun.

Pada tahun 2021, Mirae Asset Sekurtasi mendapatkan predikat sebagai penjamin emisi teraktif karena perusahaan telah menangani IPO saham delapan perusahaan, antara lain PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP), PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE), dan PT Caturkada Depo Bangunan Tbk.

Kemudian, PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS), PT Trimegah Karya Utama Tbk (UVCR), PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX), PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS), dan PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS). 

Sementara itu, dalam rentang waktu 2017-2022, Mirae Asset Sekuritas sudah membantu proses IPO saham dengan total nilai Rp3,93 triliun dan penjaminan obligasi/sukuk sebesar Rp16,9 triliun.

Lalu, beberapa aksi korporasi yang ditangani Mirae Asset Sekuritas di antaranya penawaran umum terbatas (right issue) senilai Rp9,11 triliun dan penerbitan negotiable certificate of deposit (NCD) senilai Rp8,01 triliun. 

NCD adalah instrumen yang bisa diterbitkan oleh perbankan untuk mencari alternatif pendanaan dari luar dana pihak ketiga dalam bentuk deposito yang sertifikat bukti penyimpanannya dapat diperjualbelikan. 

Sementara, right issue atau hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) adalah hak yang diperoleh pihak-pihak yang namanya terdaftar sebagai pemilik saham suatu perseroan terbatas untuk menerima penawaran terlebih dahulu saat perusahaan sedang menjalani proses emisi.

Berita Terkait