Jasa Bongkar Muat Peti Kemas Tumbuh 10 Persen, Pelindo Catat Kinerja Positif di Semester I 2021

11 Agustus 2021 13:00 WIB

Penulis: Fachrizal

Editor: Rizky C. Septania

PT. Pelabuhan Indonesia 1 (Persero) atau Pelindo 1 (Trenasia.com)

JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia 1 (Persero) atau Pelindo 1 mampu menunjukkan peningkatan kinerja positif dalam pencatatan jasa bongkar muat peti kemas (kontainer) untuk kinerja semester I-2021. 

Pertumbuhan jasa pengiriman peti kemas baik di lokal maupun internasional mampu mencatatkan peningkatan pertumbuhan pada semester 1 tahun 2021. Pertumbuhan ini mengalami kenaikan bila dibandingkan periode  semester 1 tahun 2020 sebelumnya.

Tercatat, Pelindo 1 mampu mencapai bongkar muat peti kemas sebanyak 717.030 TEUs (twenty-foot equivalent unit), tumbuh 10,79% dibandingkan dengan capaian semester I-2020 yang sebesar 647.172 TEUs.

Sedangkan, arus peti kemas internasional mencapai 291.016 TEUs, naik 3,18% dari capaian periode yang sama tahun lalu sebesar 282.039 TEUs. Arus peti kemas domestik pada semester I-2021 sebanyak 426.014 TEUs, naik 16,67% dibandingkan dengan tahun lalu yang sebesar 365.133 TEUs.

Menurut Direktur Utama Pelindo 1, Prasetyo, keberhasilan ini tidak lain disebabkan oleh banyaknya distribusi logistik di terminal-terminal peti kemas milik Pelindo 1. Juga, kinerja terminal pelabuhan yang baru beroperasi pada pertengahan tahun lalu juga menunjukkan tren kinerja positif.

“Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan merupakan terminal peti kemas terbesar Pelindo 1. Pelabuhan Kuala Tanjung yang baru beroperasi pada pertengahan 2019, juga mengalami pertumbuhan signifikan pada 2020 hingga semester satu 2021 juga menunjukkan tren kinerja yang positif,” jelas Prasetyo pada Selasa, 10 Agustus 2021.

Senada dengan pertumbuhan arus peti kemas yang meningkat, arus kapal dan barang di pelabuhan-pelabuhan milik Pelindo 1 juga menunjukkan pertumbuhan yang positif. Kunjungan kapal sepanjang semester I-2021 sebanyak 29.392 call, tumbuh 7,25% dari capaian pada periode yang sama tahun 2020 sebanyak 27.404 call. 

Hal tersebut setara Pelindo 1 melayani kunjungan kapal dengan total volume angkutan sebesar 105.593.658 Gross Tonnage (GT), naik 36,41% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 77.406.756. Ini menandakan adanya kenaikan jumlah barang ekspor-impor dan bongkar muat barang antar pulau di sejumlah pelabuhan Pelindo 1.

“Alhamdulillah capaian pada semester satu tahun ini lebih bagus dari periode yang sama 2020. Arus barang selama semester I-2021 sebesar 10.572.958 Ton, meningkat 13,38 persen dari arus barang pada capaian semester I 2020 yang sebesar 9.325.105 Ton. ” jelas Prasetyo.

Kenaikan arus barang disebabkan oleh naiknya jumlah barang ekspor untuk sejumlah komoditas seperti cangkang di Pekanbaru, crude palm oil (CPO) di Lhokseumawe, karet di Belawan, serta palm kernel expeller (PKE) di Dumai dan Belawan. 

Jumlah barang impor di Cabang Belawan juga mengalami peningkatan, seperti komoditas metal coil, gula pasir, equipment material, dan pupuk. Bongkar muat antar pulau juga mengalami peningkatan seperti peningkatan komoditas aspal curah di Lhokseumawe, batu bara, kayu, dan CPO turunannya di Belawan, serta batu granit di Tembilahan.

Selat Malaka jadikan Pelindo I berdaya saing tinggi

Prasetyo menjelaskan, sebagian besar pelabuhan-pelabuhan Pelindo 1 menghadap langsung ke Selat Malaka. Selat Malaka merupakan jalur yang menghubungkan Eropa dan Asia yang setiap tahunnya dilewati sekitar 120.000 kapal, dan selat ini dikenal sebagai jalur lalu lintas pelayaran tersibuk di dunia. Sehingga hal ini menjadi keunggulan tersendiri bagi Pelindo 1.

“Ada tiga pelabuhan yang dikelola Pelindo 1 yang berpotensi besar untuk menyerap pasar pelayaran di Selat Malaka, yaitu Kuala Tanjung, Belawan, dan Dumai. Ketiga pelabuhan ini sudah memenuhi standar internasional terkait lokasi, kedalaman kolam pelabuhan, serta fasilitas infrastruktur pokok lainnya. Kuala Tanjung sendiri dalam pengembangannya ke depan akan menjadi salah satu future port dari Pelindo,” terang Prasetyo.

Untuk mewujudkan rencana besar tersebut, Pelindo 1 mengakselerasi pengembangan Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (PIE) yang terdiri dari dua bagian yang saling terintegrasi: kawasan pelabuhan dan kawasan industri. 

Kuala Tanjung PIE direncanakan akan menjadi Indonesia’s Logistic and Supply Chain Hub, artinya bahwa logistic and supply chain business yang dari dan menuju Indonesia harapannya terpusat di Kuala Tanjung terlebih dahulu. Kawasan pelabuhan ini rencananya dikembangkan hingga 58 hektar, yang terintegrasi dengan kawasan industri dimana dalam rencana ultimate memiliki total luasan pengembangan mencapai 3.400 hektar.

“Pelindo 1 berupaya untuk terus beradaptasi dengan situasi pandemi yang berlangsung lebih dari selama satu setengah tahun terakhir. Digitalisasi pelabuhan terus kami lakukan untuk mempermudah pengguna jasa mengakses layanan kami terlebih lagi di masa pembatasan mobilitas di masa pandemi. Pelindo 1 optimistis kinerja perseroan akan terus tumbuh positif hingga akhir tahun,” tutup Prasetyo.

Berita Terkait