Jaringan Rumah Jadi Taget, Serangan Siber Diprediksi Meningkat Tahun Ini

January 11, 2021, 10:28 AM UTC

Penulis: Aprilia Ciptaning

Ilustrasi kejahatan seksual menyasar anak-anak oleh predator di internet alias cybercrime / Pixabay

JAKARTA – Trend Micro Incorporated, perusahaan keamanan cloud, memprediksi pusat gelombang serangan siber tahun ini akan menyasar pada jaringan rumah, perangkat lunak dan sistem cloud.

“Jaringan rumah akan diserang sebagai jalur yang membahayakan Teknologi Informasi (TI) perusahaan dan jaringan IoT (Internet of Things),” mengutip Country Manager Trend Micro Indonesia Laksana Budiwiyono dalam laporannya, Senin, 11 Januari 2021.

Menurutnya, tren kerja jarak jauh akan tetap berlanjut. Oleh karena itu, tim keamanan perlu memberi bekal pelatihan kepada para karyawan sebagai pengguna teknologi, untuk memperkuat deteksi dan respons secara adaptif.

Ia memperingatkan, risiko terbesar ada pada data sensitif, seperti informasi karyawan, informasi pribadi pelanggan, nomor rahasia perusahaan, dan sebagainya. Laksana menjelaskan, saat kita menggunakan integrasi dengan pihak ketiga, API yang terekspos akan menjadi vektor serangan baru bagi kejahatan siber.

“Cara tersebut dapat memberikan akses ke data pribadi pelanggan, kode sumber, dan layanan back-end,” jelasnya.

Diketahui, pada masa pandemi ini Indonesia menjadi negara yang mengalami kejahatan siber cukup tinggi. Pada kuartal III-2020, ancaman malware yang berkaitan dengan COVID-19 muncul sebanyak 11.088 serangan. Selain itu, serangan lain berupa e-mail spam muncul sebanyak 11.889.

Ia pun mengimbau agar perusahaan, khususnya individu sebagai pengguna pribadi untuk mengontrol akses dengan penggunaan internetnya. Selain itu, perlu menggandakan praktik terbaik keamanan dan program manajemen patch.

“Kita semua perlu meningkatkan deteksi ancaman untuk melindungi pekerjaan di cloud, e-mail, endpoint atau personal computer, dan jaringan server,” tambahnya.