Jangan Mudik, Sumbar Tutup!

April 26, 2020, 09:15 PM UTC

Penulis: AZ

Irwan Prayitno/sumber: padangkita.com

Padang- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengingatkan perantau agar tidak mudik karena seluruh perbatasan provinsi itu ditutup bagi seluruh kendaraan.

“Seluruh perbatasan kita tutup. Kendaraan umum maupun pribadi tidak bisa masuk. Kalau nekat mudik, nanti disuruh balik di perbatasan Sumbar,” katanya seusai meninjau perbatasan provinsi itu di Dharmasraya, Minggu 26 April 2020.

Dia mengatakan Permenhub 25/ 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Masa Mudik Lebaran Tahun 2020 menjadi dasar keputusan tersebut. Permenhub itu mengatur khusus tentang larangan kendaraan yang keluar dan masuk daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti Sumbar.

Aturan itu sudah mulai diterapkan sejak 24 April hingga 31 Mei 2020 dan bisa diperpanjang tergantung kebijakan dari pusat.

Sarana transportasi darat yang dilarang ialah kendaraan bermotor umum, dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang, kendaraan bermotor perseorangan dengan jenis mobil penumpang, mobil bus, sepeda motor, kapal angkutan penyeberangan, kapal angkutan sungai dan danau.

Larangan itu dikecualikan untuk kendaraan pimpinan lembaga tinggi Negara Republik Indonesia, pejabat yang mengurus COVID-19, kendaraan dinas operasional dari TNI dan Polri. Pengecualian juga berlaku untuk kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah serta mobil barang dengan tidak membawa penumpang.

Bagi pengendara yang nekat tetap masuk atau keluar Sumbar akan disuruh putar balik sesuai dengan aturan permenhub tersebut.

“Mulai besok, Senin (27 April 2020), posko perbatasan akan dijaga oleh aparat kepolisian dan TNI sehingga tidak ada yang bisa lolos lagi,” ujarnya dilansir Antara.

Bupati Dharmasraya Sutan Riska meminta seluruh perangkat daerah yang terkait dalam penanganan COVID-19 untuk semakin fokus dan benar-benar memberikan perhatian serius, agar penyebaran pandemi virus corona tidak semakin meluas. “Kita jangan sampai lengah. Penyebaran virus ini sangat cepat. Saya minta semua gugus tugas gencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, agar masyarakat benar-benar mengerti dan paham tentang bahaya penyebaran wabah COVID-19,” katanya.