Jangan Bingung, OJK Bagi 5 Tips Keuangan untuk Generasi Sandwich

29 Agustus 2021 07:13 WIB

Penulis: Laila Ramdhini

Editor: Laila Ramdhini

JAKARTA - Generasi sandwich terjadi pada seseorang baik pria maupun wanita yang memiliki rentan umur dari 30 hingga 40 tahun.

Mengutip laman resmi Sikapiuangmu OJK, generasi sandwich merupakan generasi orang dewasa yang harus menanggung hidup 3 generasi yaitu orang tuanya, diri sendiri, dan anaknya. Kondisi tersebut dianalogikan seperti roti lapis atau sandwich yakni sepotong daging terhimpit oleh 2 buah roti.

Sementara, dalam laman resminya, penasihat keuangan Prita Ghozie mengatakan posisi ini menggambarkan disatu sisi Anda memiliki orang tua yang membutuhkan dukungan finansial karena mungkin mereka sudah tidak mampu bekerja secara produktif. Namun, di sisi lain Anda masih memiliki tanggungan berupa pasangan mau pun anak.

Bagi generasi sandwich, pengelolaan keuangan dalam situasi seperti ini pasti tidak mudah. Untuk itu, OJK membagikan beberapa tips yang harus Anda lakukan jika berada di dalam generasi sandwich.

1. Miliki tabungan rencana

Jika Anda merasakan kesulitan untuk menabung, maka memilih tabungan rencana adalah sesuatu yang tepat. Tabungan rencana adalah tabungan dengan setoran rutin secara bulanan yang memiliki fasilitas auto debit dari rekening sumber ke rekening tabungan rencana dan penarikannya dibatasi sesuai ketentuan bank.

Tabungan rencana ini ada banyak jenisnya yaitu pernikahan, haji atau umrah, pendidikan, wisata, dan lainnya. Jadi apapun tujuan di masa depan, Anda dapat mengelola keuangan dengan bijak dan disiplin dengan tabungan rencana.

2. Menyiapkan program pensiun

Sama dengan menabung, Anda akan membayar sejumlah uang yang sudah ditetapkan secara rutin dan hanya bisa diambil ketika memasuki usia pensiun. Program pensiun adalah langkah awal yang baik sebagai bukti sayang kamu kelak kepada anak dan berguna untuk menjamin kehidupan masa tua sehingga nantinya dapat meminimalisir terjadinya generasi sandwich pada anak.

Saat ini, program pensiun dapat dimiliki oleh siapapun, tidak hanya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki program pensiun dari pemerintah. Jika Anda bukan ASN, maka bisa menyiapkan program pensiun dengan mendaftarkan diri ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

3. Miliki asuransi kesehatan

Semakin bertambahnya usia, ketahanan tubuh akan semakin mudah turun yang berimbas pada kesehatan. Hal ini harus benar-benar Anda perhatikan dengan membuat asuransi kesehatan baik untuk diri sendiri, orang tua, maupun anak.

Dengan memiliki asuransi ini, Anda akan mendapatkan jaminan kesehatan atas rawat inap, rawat jalan, pengobatan untuk gigi, penggantian kacamata, melahirkan sesuai dengan batasan yang dijamin polis.

Anda bisa memilih untuk memiliki asuransi kesehatan dari pemerintah (BPJS Kesehatan) atau dari swasta. Pastikan memilih perusahaan asuransi swasta yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

4. Kurangi gaya hidup konsumtif

Konsumtif atau tidaknya gaya hidup seseorang memang relatif dan tergantung dengan kemampuan seseorang. Namun tidak ada salahnya untuk mengurangi gaya hidup konsumtif yang dirasa tidak perlu. Langkah pertama sebelum menguranginya, Anda harus menentukan prioritas dan membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

5. Menyiapkan dana pendidikan anak

Dana pendidikan anak juga tak kalah penting sebagai upaya memutus mata rantai ini. Dengan asuransi pendidikan, orang tua dapat menyiapkan biaya pendidikan anak untuk masa depan dimulai dari sekarang dan tentu saja ini akan meringankan beban orang tua di kemudian hari.

Sebelum memilih asuransi pendidikan, pastikan Anda memperkirakan perhitungan biaya pendidikan anak secara detail, seperti akan memilih sekolah yang disesuaikan dengan kemampuan finansial. 

 

Tulisan ini telah tayang di kabarsiger.com oleh Yunike Purnama pada 28 Aug 2021 

Berita Terkait