Jalur Layang Beroperasi, Perhatikan Perubahan Peron KRL Stasiun Manggarai

27 September 2021 13:32 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Commuter Line atau Kereta Rel Listrik (KRL) melintas di kawasan stasiun Duren Kalibata, Jakarta Selatan, Senin, 28 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan penyesuaian peron Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Manggarai. 

Untuk penumpang dengan tujuan Jakarta-Bogor atau sebaliknya, kini jalurnya tidak lagi berada di lintas bawah, tetapi pindah ke lantai dua atau menggunakan jalur layang di Stasiun Manggarai.

“Bagi penumpang tujuan Bogor-Jakarta atau sebaliknya yang transit di Stasiun Manggarai, bisa langsung ke lantai dua,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulis yang diterima Senin, 27 September 2021.

Ia mengungkapkan, jumlah penumpang KRL, terutama untuk tujuan Bogor-Jakarta atau sebaliknya, bisa mencapai 350.000 orang per hari. Hal ini yang menjadi latar belakang dibangun jalur layang di Stasiun Manggarai.

Proyek jalur layang ini merupakan bagian dari pembangunan jalur double-double track/dwi ganda Manggarai – Cikarang yang dibangun secara terintegrasi untuk KRL Jabodetabek maupun kereta api jarak jauh.

Adapun pelaksana pembangunan proyek dilakukan oleh Ditjen Perkeretaapian, sedangkan operator dipegang oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

Dengan demikian, saat ini terdapat beberapa jalur di lantai dua Stasiun Manggarai. Untuk jalur nomor 10 dan 11 berfungsi bagi lintasan KRL Jakarta Kota, sedangkan jalur nomor 12 dan 13 adalah untuk lintasan KRL menuju Depok-Bogor.

Diharapkan, pengoperasian jalur layang di Stasiun Manggarai dapat menambah efisiensi waktu perjalanan KRL maupun perjalanan kereta jarak jauh. Para penumpang pun diimbau untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di dalam KRL. Jika sudah penuh, penumpang dapat menunggu waktu berikutnya.

Berita Terkait