Jalan Tol Cisumdawu hingga Tol Becakayu, 4 Jalan Tol yang Mangkrak Paling Lama

07 April 2022 06:30 WIB

Penulis: Liza Zahara

Editor: Rizky C. Septania

Jalan Tol Cisumdawu hingga Tol Becakayu, 4 Jalan Tol yang Mangkrak Paling Lama/ Foto: Hutama Karya

JAKARTA - Jalan tol di Indonesia merupakan infrastruktur yang sangat penting untuk menghubungkan berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, kehadirannya untuk mengurai kemacetan dan memangkas waktu perjalanan untuk efektivitas mobilitas barang, jasa, dan orang.

Sampai 2022, jalan tol di Indonesia yang sudah beroperasi sepanjang 2.499,99 kilometer (km). Mendekati mudik Lebaran tahun sudah banyak ruas tol baru yang diresmikan dan siap digunakan masyarakat Indonesia agar mudik semakin nyaman dan aman.

Meski begitu, ada beberapa ruas tol Indonesia yang pembangunannya pernah mangkrak bertahun-tahun. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pekerjaan jalan tol bisa mangkrak dalam waktu yang lama. Mulai dari pembebasan lahan, masalah investor, hingga pendanaan.

Berikut TrenAsia rangkum empat pembangunan jalan tol Indonesia yang pernah mangkrak bertahun-tahun.

Jalan Tol Becakayu

Ilustrasi Jalan Tol Becakayu/ Foto: TrenAsia.com

Jalan Tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu (Becakayu) yang pembangunannya pernah berhenti selama 22 tahun. Jalan Tol Becakayu menjadi jalan tol yang paling lama mangkrak sebab pembangunannya sudah dimulai sejak 1995 di era Presiden Soeharto.  

Setahun kemudian, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga yang merupakan patungan empat perusahaan dari perusahaan investor Jalan Tol Becakayu mendapatkan konsesi pengelolaan ruas tol.

Dua tahun kemudian pada 1998, Indonesia mengalami krisis moneter yang membuat perekonomian Indonesia menurun. Imbasnya pembangunan jalan tol ini akhirnya tidak dilanjutkan.

Pada 2013 Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggelontorkan dana Rp350 miliar untuk membebaskan lahan jalan tol. Namun, imbas dari krisis ekonomi 1998 dan 2008 masih sangat terasi ke investor Jalan Tol Becakayu dan proses pembangunan akhirnya tersendat.

Kemudian, pembangunan dilanjutkan pada awal 2015 oleh Presiden Joko Widodo dan pada Maret 2021 seksi 1A sisi barat yang terkoneksi dengan Jalan Tol Wiyoto Wiyono dan seksi 1B On Ramp Jatiwaringin.

Jalan Tol Bocimi

Ilustrasi Jalan Tol Bocimi/ Foto: TrenAsia.com

Tol Bogor - Ciawi - Sukabumi (Bocimi) memiliki total panjang 54 km terdiri dari lima seksi. Perjalanan panjang jalan tol ini mengalami banyak kendala untuk bisa beroperasi bagi umum.

Pernah mangkrak hingga 21 tahun yang dialami Jalan Tol Bocomi karena beberapa kendala salah satunya sampai gonta-ganti investor.

Penetapan pemenang lelang investasi jalan tol ini sudah dilakukan sejak 1997. Namun, tanda tangan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) oleh konsorsium Bukaka Teknik Utama baru dilakukan pada 2007 atau sekitar 10 tahun sejak penetapannya pemenang.

Investor yang sempat bergonta-ganti akhirnya ditetapkan pada 2015 yakni PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) melalui anak usahanya Waskita Toll Road secara bertahap mengambil alih kepemilikan jalan tol yang dikuasai MNC Toll Road.

Hingga kini, seksi 1 Ciawi - Cigombong sepanjang 15,35 km dan seksi 2 Cigombong - CIbadak sepanjang 11,9 km yang sebentar lagi akan selesai pembangunannya.

Jalan Tol Cisumdawu

Jalan Tol Cisumdawu/ Foto: PU.go.id

Proyek Jalan Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisumdawu) seksi 1 Cileunyi - Rancakalong sudah diresmikan pada Januari 2022.

Sebelumnya, jalan tol ini sempat mangkrak hampir 10 tahun karena pembangunannya dimulai pada November 2012. Jalan tol ini dinilai penting karena menghubungkan pusat ekonomi di Jawa Barat.

Permasalahan yang dihadapi Jalan Tol Cisumdawu hingga membuatnya mangkrak karena masalah lahan dan investasi. Harapannya, jalan tol ini bisa segera beroperasi dengan tuntas agar bisa menghubungkan Bandung dan BIJB Kertajati.

Jalan Tol Batang - Semarang

Ilustrasi Jalan Tol Batang - Semarang/ Foto: Kementerian PUPR

Penyebab yang membuat Jalan Tol Batang - Semarang mangkrak karena terkendala dengan pembebasan lahan, beberapa tahun lalu diputus dan ditenderkan.

Jalan tol dengan panjang jalan 75 km ini memiliki nilai investasi sebesar Rp11 triliun. pada 2008 PT Bakrie Toll Road mengambil alih 65% kepemilikan saham dari PT Marga Setia Puritama namun keluar dan melepas seluruh sahamnya pada 2011.

Hingga saat ini proyek mangkrah hampir tujuh tahun sampai diambil alih oleh PT Waskita Karya melalui anak usahanya Waskita Toll Road pada 2015.

Jalan tol ini sudah mulai beroperasi untuk umum sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2021 lalu. 

Berita Terkait