Jakarta Zona Hijau, Wagub Riza Patria Keluhkan Kurangnya Plasma Konvalesen

23 Agustus 2021 10:30 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Rizky C. Septania

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (kedua kanan) didampingi Center Director Cental Park & Neo Soho Mall Pauline Filliani (kedua kiri) meninjau pelaksanaan protokol kesehatan pusat perbelanjaan di Mal Central Park, Jakarta, Sabtu 20 Juni 2020. Central Park Mal yang merupakan unit bisnis Agung Podomoro Land akan terus menjalankan protokol kesehatan secara disiplin dimasa new normal sehingga keamanan dan kenyamanan pengunjung dapat terjaga dengan baik sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA --  Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan Provinsi DKI Jakarta sudah berada dalam zona hijau kasus COVID-19. Meski demikian, Jakarta masih kekurangan plasma konvalesen.

"Meski demikian, kebutuhan darah di DKI Jakarta masih kurang sekitar 300 hingga 500 kantong per harinya. Untuk itu, kami mengajak segenap elemen masyarakat untuk mendonorkan darahnya guna menutup kekurangan ini dan membantu warga yang membutuhkan darah," ujar Riza saat meninjau sentra vaksinasi di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta, Minggu, 22 Agustus 2021.

Dia pun berharap semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi secara sukarela mendonorkan plasma konvalesen untuk memenuhi kebutuhan pasien COVID-19.

"Selalu kami ingatkan, jangan kita menunggu membutuhkan darah baru mau kita mendonorkan darah. Silahkan donor darah sebelum kita membutuhkannya. Kami bersyukur, seiring keluarnya DKI Jakarta dari zona merah COVID-19, perolehan kantong darah di Jakarta mulai meningkat," katanya.

Riza mengucapkan apresiasi komunitas masyarakat yang menginisiasi pelaksanaan donor darah dan donor plasma konvalesen untuk membantu Pemprov DKI Jakarta menjaga stok plasma konvalesen.

Pada Minggu kemarin, misalnya, Persatuan Jalan Kaki Alumni SMAN 30 Jakarta (Perjaka) dan Ikatan Alumni SMAN 30 di SMAN 30 Jakarta, Jakarta Pusat, menggelar kegiatan donor darah dan plasma konvalesen.

"Alhamdulillah, saya senantiasa bersyukur melihat berbagai komunitas dan kelompok masyarakat di Jakarta yang terus bergerak menggelar donor darah yang memang sangat kita butuhkan. Terutama di masa pandemi COVID-19 sekarang ini," ungkapnya.

Riza mengatakan bahwa Jakarta saat ini sudah masuk zona hijau COVID-19. Indikasinya adalah menurunnya angka kasus aktif COVID-19 yang berbarengan dengan meningkatnya pelaksanaan vaksin.

"Alhamdulillah Jakarta sudah masuk zona hijau dan sudah memenuhi 'herd immunity' (kekebalan kelompok)," ujar Riza.

Per 22 Agustus, Jakarta sudah mencapai total vaksinasi sebanyak 9,35 juta untuk tahap pertama dan 4,84 juta untuk tahap kedua.

Riza mengatakan Pemprov DKI Jakarta awalnya menyasar 8,8 juta penerima vaksin untuk mencapai "herd imunity" atau kekebalan kelompok. Namun dalam perjalanan, justru antusiasme vaksinasi sangat positif hingga mencapai belasan juta.

Dia menyebut bahwa hal itu karena ada sekitar 40% warga non-Jakarta juga ikut divaksinasi di wilayah Jakarta.

"Vaksin di DKI sudah mencapai dosis satu 9.3 juta. Karena memang tidak kurang dari 30-40 persen warga non DKI yang ikut vaksin di DKI maka kami Pemprov meningkatkan vaksin menjadi 11 juta," ucapnya.

Sementara itu, untuk kasus aktif di DKI Jakarta per 20 Agustus mencapai 8.788 kasus. Jumlah tersebut turun drastis dari bulan Juli yang mencapai 100.000 lebih kasus.*

Berita Terkait