JakLingko Prediksi Pendapatan Transportasi Terintegrasi di Jakarta Capai Rp5,5 Triliun pada 2029

25 November 2021 12:07 WIB

Penulis: Laila Ramdhini

Editor: Laila Ramdhini

Armada Bus Transjakarta berada di koridor Halte Harmoni, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA - PT JakLingko Indonesia mengungkapkan potensi pendapatan tiket dari peningkatan mobilitas angkutan umum di ibu kota diperkirakan mencapai Rp5,5 triliun pada 2029.

"Pendapatan dari tiket ini cukup besar untuk suatu kota dan transportasi publik," kata Direktur Utama PT JakLingko Indonesia Muhammad Kamaluddin, dikutip dari Antara, Kamis, 25 November 2021.

Menurut Kamaluddin, pendapatan ini juga diperkirakan memberi pemasukan bagi DKI Jakarta sebesar Rp811 miliar per tahun dan bagi pemerintah pusat Rp2,8 triliun.

Adapun pendapatan fiskal tersebut adalah efek ganda dan pendapatan lain-lain dari meningkatnya mobilitas angkutan umum sehingga mendorong geliat aktivitas ekonomi di sekitar angkutan umum dan pelaku ekonomi di perkotaan.

Potensi ekonomi itu, berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM-UI) pada September 2021.

Dalam peta jalan jangka panjang, JakLingko Indonesia juga menyebutkan, potensi peningkatan transportasi publik dari 15% menjadi 60% pada 2029 dan jumlah transaksi melonjak 123,8% pada 2029.

Selain itu, integrasi sistem transportasi juga berpotensi menjadi bahan data untuk dianalisis sebagai masukan bagi investor apabila ingin membangun rute baru yang disesuaikan dengan permintaan, frekuensi, dan jumlah armada.

Sebagai permulaan, anak perusahaan BUMD DKI Jakarta ini melaksanakan tiga fase integrasi sistem transportasi.

Pertama, peluncuran kartu dan aplikasi yang sudah dilakukan, dan terus dilanjutkan uji cobanya hingga akhir tahun ini.

Kedua, pada Maret 2022 pihaknya akan mengimplementasikan "mobility as a services" dengan mengintegrasikan layanan lebih luas meliputi ojek daring, taksi daring hingga transportasi perairan, selain empat moda transportasi seperti kereta, MRT, LRT Jakarta dan Transjakarta.

Ketiga, akun berbasis tiket yang implementasinya ditargetkan dipercepat dari awalnya September menjadi Agustus 2022 dengan tarif khusus baik harian, mingguan hingga bulanan dan juga diskon tarif khusus pelajar, veteran dan warga lanjut usia.

"Kami yakin dengan adanya tiga fase awal ini akan meningkatkan jumlah pengguna angkutan umum minimal delapan persen untuk tahun depan," ucapnya.

Berita Terkait