Jajaran Konglomerat RI Sumbang Miliaran Rupiah Lawan Covid-19

Para konglomerat swasta Tanah Air turun tangan menyumbangkan dana hingga miliaran rupiah untuk penanganan wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Setelah orang terkaya Asia, Jack Ma, memberikan bantuan untuk Asia Timur dan Eropa, kini Jack Ma juga menyumbangkan alat kesehatan untuk Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Melalui Yayasan Alibaba, Jack Ma yang memiliki kekayaan US$38,9 miliar setara Rp644,76 triliun (kurs Rp16.575 per dolar Amerika Serikat) itu menyumbang 2 juta masker, 150.000 alat tes, 20.000 alat pelindung diri (APD), dan 20.000 pelindung wajah untuk Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Aksi pemilik platform e-commerce Alibaba itu diikuti oleh orang-orang terkaya di Indonesia. Aksi sosial para filantropi itu digalang demi melawan pandemi Covid-19.

Hingga Senin, 23 Maret 2020, pasien positif Covid-19 di Indonesia bertambah 65 kasus, sehingga total sebanyak 579 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 30 orang dinyatakan sembuh dan 49 orang meninggal dunia.

Saat yang sama, wabah Covid-19 telah menjangkit 187 negara di seluruh dunia. Kasus terkonfirmasi mencapai 294.110 dengan jumlah kematian mencapai 12.944 orang.

1. Grup Sinarmas

Konglomerat terkaya ke-2 di Indonesia, mendiang Eka Tjipta Widjaja, melalui Grup Sinarmas mempelopori pengumpulan dana para taipan Tanah Air. Lewat Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia, Grup Sinarmas menggalang dana amal untuk menangkal pandemi ini.

Managing Director Sinarmas G. Sulistiyanto dalam keterangan resmi, Kamis, 19 Maret 2020, memastikan sejumlah perusahaan konglomerasi telah mengonfirmasi untuk turut serta dalam aksi galang dana ini. Target pengumpulan dana mencapai Rp500 miliar terutama untuk peralatan kesehatan bagi tenaga medis.

Tercatat selain Grup Sinarmas, perusahaan konglomerasi yang telah bersedia menyumbang adalah Grup Adaro milik konglomerat Garibaldi ‘Boy’ Thohir, Grup Artha Graha milik Tomy Winata, Grup Djarum milik kakak beradik taipan terkaya Michael dan Robert Budi Hartono, Grup Agung Sedayu milik Sugianto Kusuma, Grup Indofood milik Anthoni Salim, Grup Triputra milik Theodore Permadi Rachmat, dan Puradelta Lestari.

2. Boy Thohir

Kakak kandung Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Garibaldi Thohir, melalui PT Adaro Energy Tbk. (ADRO), menyumbang uang tunai Rp20 miliar untuk penanganan Covid-19.

Pria yang akrab disapa Boy Thohir itu menyerahkan dana bantuan secara langsung kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. Dana itu akan digunakan untuk penyediaan mobil ambulans dan logistik untuk petugas serta tenaga medis.

“Kami dari Adaro Group hanya bisa sementara membantu apa yang kami bisa bantu. Saya yakin memang ini tidak cukup, tapi insyaallah tentunya saya berharap teman-teman dari swasta yang lain bisa membantu,” ucap Boy.

Dalam kesempatan ini juga, pihak lain juga turut memberikan bantuan seperti Grab Indonesia, OVO yang dimiliki konglomerat Grup Lippo Mochtar Riady, Tokopedia dan Indika.

3. Sudwikatmono

Keluarga konglomerat Sudwikatmono sebagai pemilik Grup Indika lewat Indika Foundation menyumbang Rp1 miliar untuk gugus tugas Covid-19. Mereka menyalurkan bantuan tersebut lewat Yayasan Benih Baik Indonesia (YBBI) yang didirikan Andy F. Noya.

“Kami berharap bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat dan pahlawan medis,” kata Ketua Pembina Indika Foundation Arsjad Rasjid dalam keterangan resmi.

4. Sandiaga Uno

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta sekaligus bekas calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno mengaku siap membantu biaya hidup keluarga pasien positif Covid-19.

Sandiaga menyampaikan keinginan pemberian bantuan tersebut melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram terverifikasi miliknya @sandiuno pada Minggu, 22 Maret 2020.

Dia menuturkan, bantuan akan diberikan bagi warga yang menjadi tulang punggung keluarganya namun berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau positif Covid-19. Sandi pernah menjadi jajaran konglomerat Tanah Air lewat perusahaan investasi Recapital dan Saratoga Investama.

“OK OCE Indonesia dengan OKE OCE Peduli juga bersama dengan Glek, Glek Kopi, dan Yayasan Dana Abadi Surga akan menanggung biaya kebutuhan dasar keluarga tersebut hingga pasien dinyatakan sembuh,” kata Sandi.

5. Nurhayati Subakat

Pemilik perusahaan kecantikan Wardah, Nurhayati Subakat, baru saja menyumbang dana Rp40 miliar untuk penanganan Covid-19 di Indonesia.

Founder PT Paragon Technology & Innovation yang memiliki unit usaha Wardah, Emina, dan Make Over, ini tercatat sebagai salah satu pebisnis wanita paling berpengaruh di Indonesia versi majalah Forbes 2018.

Grup Wardah menggelontorkan bantuan alat kesehatan ke sejumlah rumah sakit di antaranya RS Persahabatan, RS Pelni, dan RS Sulianto Saroso. Presiden Komisaris PT Paragon Technology and Innovation, Nurhayati Subakat mengatakan, pihaknya terpanggil untuk membantu penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Kami terdorong untuk segera memberi bantuan langsung terhadap penanganan pandemi virus corona. Sejumlah rumah sakit di Jabodetabek membutuhkan banyak bantuan. Akhirnya kami mencoba mengirimkan bantuan ke beberapa rumah sakit. Salah satunya Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur, sebagai salah satu rumah sakit rujukan pasien Covid-19,” kata Nurhayati Subakat dalam siaran pers.

6. Prajogo Pangestu

Teranyar, konglomerat pemilik Grup Batip Pacific, Prajogo Pangestu, memberikan sumbangan dana sebesar Rp2 miliar kepada Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebagai bentuk kepedulian dalam menanggulangi wabah virus corona atau Covid-19.

Bantuan yang disalurkan melalui Yayasan Bhakti Barito milik keluarga taipan tersebut diharapkan dapat membantu rumah sakit pemerintah itu dalam menjalankan fungsinya sebagai rumah sakit rujukan nasional untuk perawatan pasien yang terpapar virus corona.

“Sumbangan ini akan digunakan untuk pengadaan peralatan, perlengkapan medis seperti test kit, alat pelindung diri (APD), masker, disinfektan, obat-obatan, dan keperluan lainnya,” kata Pengurus Yayasan Bhakti Barito, Yazirwan Uyun dalam siaran pers di Jakarta. (SKO)

Tags:
Covid-19DjarumErick ThohirForbesGaribaldi ThohirHeadlinekonglomeratorang kayasandiaga unotaipanVirus Corona
%d blogger menyukai ini: