Jadi Unicorn Pertama yang IPO di RI, Berikut Daftar Pemegang Saham Bukalapak

11 Juli 2021 12:00 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Anak usaha Bukalapak bakal mendapat kucuran dana. Terlihat gambar multiple exposure logo Bukalapak dan layar pergerakan IHSG di Jakarta, Kamis, 24 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Bukalapak.com Tbk akan melaksanakan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada 6 Agustus 2021 dengan target pendanaan sebesar Rp21,9 triiun. Saat ini, terdapat 56 pemegang saham perusahaan marketplace berstatus unicorn tersebut.

Berdasarkan prospektus yang dirilis perseroan, jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO mencapai 103.062.019.405 lembar saham. Diperkirakan, mayoritas pemegang saham Bukalapak masih dikuasai oleh investor domestik.

Pemegang saham Bukalapak dengan porsi paling jumbo yakni PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) melalui anak usahanya, PT Kreatif Media Karya dengan total kepemilikan saham sebesar 23,93% setelah proses IPO. Bahkan sebelumnya, perusahaan investasi digital milik keluarga Eddy Kusnadi Sariaatmadja itu mengempit 31,9% saham Bukalapak.

Tak sampai di situ, terdapat dua nama dari keluarga konglomerat tersebut yang juga tercatat sebagai pemegang saham perorangan Bukalapak. Di antaranya Adi Wardhana Sariaatmadja dan Alvin W. Sariaatmadja dengan masing-masing kepemilikan saham sebesar 0,75%.

Saat ini, Adi Wardhana Sariaatmadja diketahui menjabat sebagai Komisaris Utama Bukalapak. Sementara itu, Alvin W. Sariaatmadja menduduki jabatan Direktur Utama Emtek. Jajaran direksi Emtek lainnnya, seperti Sutanto Hartono juga memiliki 0,01% saham Bukalapak.

Kemudian, pemegang saham terbesar kedua ditempati oleh API (Hong Kong) Investment Limited dengan porsi 13,05% setelah IPO. Disusul oleh Archipelago Investment Pte. Ltd. dengan jumlah kepemilikan saham sebanyak 9,45%.

Sementara itu, para pendiri (founder dan co-founder) Bukalapak, seperti Achmad Zaky Syaifudin akan memiliki jatah sebanyak 4,32%. Muhamad Fajrin Rasyid sekitar 2,64%, dan Nugroho Herucahyono sebesar 2,08%.

Yang tidak kalah menarik, keponakan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, sekaligus Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Pandu Patria Sjahrir menggenggam sekitar 0,01% saham Bukalapak. Sisanya, saham Bukalapak dipegang oleh para investor institusi dari dalam dan luar negeri.

Dalam proses IPO nanti, Bukalapak bakal menawarkan maksimum 25.765.504.851 lembar saham biasa. Penawaran itu setara dengan 25% saham baru. Saham itu akan dicatatkan di BEI dengan kode saham (ticker) BUKA.

Adapun harga pelaksanaan IPO berada pada kisaran harga Rp750 – Rp850 per lembar. Dengan begitu, Bukalapak berpotensi meraup dana sekitar Rp19,32 triliun sampai dengan Rp21,9 triliun melalui aksi korporasi tersebut.

Jadwal IPO Bukalapak

– Masa Penawaran Awal: 9-19 Juli 2021

– Registrasi Final OJK: 22 Juli 2021

– Surat Efek OJK: 26 Juli 2021

– Masa Penawaran Umum: 28-30 Juli 2021

– Masa Penjatahan: 3 Agustus 2021

– Tanggal Distribusi dan Pembayaran: 5 Agustus 2021

– Tanggal Pengembalian Uang Pesanan: 5 Agustus 2021

– Pencatatan Perdana di BEI: 6 Agustus 2021(RCS)

Berita Terkait