Jadi Tempat Terbaik untuk Bekerja 2020, Situasi Kerja di Bank Mandiri Bikin Hati Pegawai Tenang

JAKARTA – Media yang fokus terhadap informasi ketenagakerjaan, HR Asia, mendapuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebagai salah satu perusahaan terbaik untuk bekerja (Best Companies to Work For) 2020. Budaya kerja dengan keterlibatan pegawai yang tinggi menjadi indikator utama terpilihnya Bank Mandiri untuk penghargaan ini.

Pengukuran atas indikator tersebut dilakukan dengan menggunakan survei Total Engagement Assesment Model (TEAM). Adapun tiga parameter utama yang diukur dalam survei ini adalah CORE (Collective Organisation for Real Engagement), SELF (heart, mind and soul) dan GROUP (thing, feel and do).

Ketiga parameter itu kemudian diukur dengan cara survei acak kepada sebagian pegawai Bank Mandiri. Hasilnya, Bank Mandiri memperoleh nilai di atas rata-rata pada semua parameter yang diujikan.

Direktur Kepatuhan dan SDM Bank Mandiri Agus Dwi Handaya mengakui, bahwa menerapkan situasi kerja yang kondusif di tengah situasi pandemi COVID-19 memang tidak mudah. Namun, bagi Bank Mandiri pegawai adalah aset utama perseroan.

Sehingga dengan begitu, budaya kerja yang nyaman dan menenangkan pun selalu menjadi prioritas utama perusahaan. Bank Mandiri, kata dia, terus berinovasi untuk mengadopsi budaya kerja kekinian yang bisa membuat pegawai merasa tenang.

“Dalam kondisi pandemi seperti ini, tantangan untuk bisa mempertahankan kualitas SDM terbaik sangat besar. Terutama dari aspek semangat, motivasi serta faktor kesehatan pegawai dengan dukungan sumber daya finansial terbatas,” terang Agus dalam keterangan resmi yang diterima TrenAsia.com, Minggu 4 Oktober 2020.

Situasi Kerja

Agus memastikan bahwa kini sebanyak 35.866 pegawai Bank Mandiri bisa bekerja dengan nyaman tanpa khawatir akan adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan pemangkasan gaji. Selain itu, kesehatan pegawai juga terjamin sehingga keterikatan perusahaan kepada perusahaan dapat terjaga.

“Selama pandemi kekhawatiran terhadap kemungkinan PHK maupun pengurangan keuntungan berhasil diminimalisir melalui upaya komuniasi intensif dan strategi keuangan yang sehat,” kata dia.

Namun begitu, Agus mengakui bahwa saat ini Bank Mandiri juga masih digelayuti tantangan besar dalam mengelola sistem kepegawaiannya. Tantangan itu datang lantaran 70% pegawai bank pelat merah ini merupakan genarasi milenial.

Dalam hal ini, sambung Agus, perseoran pun harus menerapkan prinsip-prinsip motivasional agar kinerja pegawai bisa semakin maksimal Tujuannya, semata-mata agar perseroan mampu menciptakan bakat-bakat muda yang potensial di masa depan.

Bukan tidak mungkin, kelak mereka bisa menjadi pimpinan Bank Mandiri atau perusahaan multinasional lainnya di Indonesia.

Talent-talent tangguh yang terbukti melalui kepercayaan kepada alumni Bank Mandiri untuk mengisi berbagai jabatan strategis di Tanah Air,” kata dia. (SKO)

Tags:
Bank MandiriBUMNHR AsiaPT Bank Mandiri (Persero) TbkSumber Daya Manusia
Fajar Yusuf Rasdianto

Fajar Yusuf Rasdianto

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: