Jadi Proyek Strategis Nasional, PP Properti (PPRO) Ikut Kembangkan Kawasan Industri Batang

01 September 2021 21:20 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

Cetak biru pembangunan Kawasan Industri Batang atau yang disebut juga Grand Batang City. (Foto: Grand Batang City)

JAKARTA – PT PP Properti Tbk (PPRO) telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan Kawasan Industri Terpadu Batang (KIT Batang) untuk pengembangan kawasan township, commercial dan supporting facilites

KIT Batang merupakan salah satu proyek strategis nasional pemerintah yang terletak di Jawa Tengah dengan total area 4.300 ha. Kawasan industri tersebut terbagi dalam tiga cluster, yakni industrial area dan township 3.100 ha dan 800 ha serta recreational estate dan township 400 ha.

Direktur Utama PPRO, I Gede Upeksa Negara mengatakan bahwa Kawasan Industri Terpadu Batang merupakan proyek strategi nasional yang memiliki potensi besar serta didukung penuh oleh Pemerintah Pusat dan Daerah guna mendorong penguatan sektor industri di Indonesia.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan pengembangan bisnis perseroan. Selain itu, datangnya demografi baru pada kawasan ini akan membuat adanya kebutuhan ketersediaan fasilitas dari segi hunian real estate untuk mendukung kelancaran proses bisnis pada kawasan. 

“PPRO akan ikut andil dalam mengembangkan hunian atau township pada cluster 1 dan cluster 3,” ujarnya melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 1 September 2021.

Pengembangan KIT Batang tahap I ini dibangun beberapa fasilitas pendukung dan konektivitas kawasan, antara lain akses sementara kawasan, simpang susun tol KM- 371+800, jalan sekunder sepanjang 11,4 kilometer.

Kemudian, jalan utama sepanjang 5,2 km, marketing gallery, perluasan stasiun dan dryport, jaringan listrik, suplai air baku, rumah susun sederhana, dan IPAL sampah yang direncanakan akan selesai pada triwulan III-2021. 

KIT Batang memiliki lokasi strategis yang terletak di sisi utara Tol Trans Jawa dan berbatasan lansung dengan Pantai Utara Jawa. Identitas kawasannya pun memiliki keunikan yang berbeda-beda serta kualitas lingkungan dan infrastruktur dengan pengembangan yang terintegrasi. 

“Sehingga PPRO tidak akan melewatkan kesempatan ini untuk berpartisiasi dalam mengembangkan kawasan serta turut juga mendukung program pemerintah,” kata I Gede Upeksa.

Berita Terkait