Izin Habis 2041, Freeport Butuh Rp5,14 Triliun untuk Tutup Tambang

JAKARTA – PT Freeport Indonesia (PTFI) membutuhkan dana sebesar US$350 juta atau sekitar Rp5,14 triliun (Kurs US$ 1= Rp14.700) untuk menutup tambangnya pada 2041 mendatang.

Meskipun masih 21 tahun lagi, pihak Freeport mengaku sudah menyiapkan dokumen rencana penutupan tambang. Seperti misalnya jaminan bank yang harus dilaporkan dan disetujui pemerintah Indonesia.

“Perusahaan juga harus menyetor uang jaminan secara bertahap untuk memastikan penutupan tambang sesuai dengan kaidah yang berlaku,” kata Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas dalam webinar, Jumat, 4 September 2020.

Tony mengatakan sebenarnya cadangan tembaga Freeport masih memenuhi sampai 2052, namun karena izin hanya sampai 2041 maka pihaknya tidak akan melakukan eksplorasi lagi.

“Tidak lagi buat budget eksplorasi, hanya eksplorasi minimal untuk menambah confidence dari cadangan yang sudah ada,” tambah Tony.

Tahun ini, produksi tembaga Freeport mencapai 800 juta pon dan emas 820 ons. Pada 2022, produksi tembaga diprediksi naik hingga 1,6 miliar pon dan emas naik sampai 1,6 juta ons.

Tak Terhalang Corona

Di samping itu, Tony mengatakan Freeport tetap beroperasi meski pandemi COVID-19 belum berakhir. Sebab, Freeport berkontribusi hingga 90% terhadap pendapatan daerah Mimika dan 45% terhadap pendapatan Provinsi Papua.

Selain itu, PTFI juga menyetorkan dana sekitar Rp2 triliun ke pemerintah pusat. Setoran tersebut berupa pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan punggutan lainnya.

“Belum lagi multipler effect beroperasinya Freeport Indonesia,” ujarnya. Sebab PTFI memperkerjakan 25 ribu orang karyawan.

Tags:
freeportizin freeport habisPT Freeport IndonesiaTambang emastambang tembaga
Ananda Astri Dianka

Ananda Astri Dianka

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: