IPO Ditunda, Pemprov Suntik Modal Bank Sumut Rp100 Miliar

May 16, 2020, 02:01 AM UTC

Penulis: Sukirno

PT Bank Pembangunan Daerah Sumatra Utara (Bank Sumut) berencana IPO pada 2022 dengan target perolehan dana Rp5 triliun. / Facebook @PT.BankSumut

Rencana pencatatan saham perdana PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatra Utara (Bank Sumut) ditunda pada 2022, namun untuk memperkuat permodalan, Pemerintah Provinsi Sumut menambah modal Rp100 miliar.

Direktur Utama Bank Sumut Muchammad Budi Utomo mengatakan penyertaan modal oleh Pemprov Sumut sudah dilakukan sehingga menambah kepemilikan saham pemprov menjadi 47,23% per 31 Maret 2020.

“Dengan penambahan modal itu, posisi saham Pemprov Sumut meningkat dari 45,68% pada 31 Desember 2019 menjadi 47,23% per 31 Maret 2020,” katanya di Medan, dilansir Antara, Jumat, 15 Mei 2020.

Menurut Budi Utomo, penambahan penyertaan modal itu akan meningkatkan kinerja, dan laba Bank Sumut.

Sepanjang tahun buku 2019, Bank Sumut meraup laba bersih Rp545 miliar, naik 8,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp503 miliar. Saat bersamaan, aset juga naik 12,9% menjadi Rp31,7 triliun dari posisi Desember 2018 sebesar Rp28,1 triliun.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan RUPS Luar Biasa (RUPSLB) meminta agar Bank Sumut memberlakukan tindakan khusus terhadap debitur, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak pandemi COVID-19. Gubernur meminta pemberian kebijakan restrukturisasi agar dilakukan secara bertanggung jawab.

IPO Mundur

Sementara itu, manajemen Bank Sumut memutuskan rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) yang awalnya ditargetkan pada 2021 mundur menjadi 2022.

“Pandemi COVID-19 mengganggu kinerja bank. Jadi, Bank Sumut memutuskan penundaan IPO menjadi ke tahun 2022,” ujar Budi Utomo.

Kendati demikian, sambungnya, segala tahapan IPO terus dijalankan Bank Sumut. Proses dimulai dari pembenahan internal dan belajar dari BPD lain yang sudah lebih dulu melantai di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni PT BPD Bank Jabar & Banten Tbk., (BJBR), PT BPD Jawa Timur Tbk. (BJTM), dan PT BPD Banten Tbk. (BEKS).

Budi menyebutkan pembenahan internal antara lain untuk sumber daya manusia (SDM), teknologi, hingga cara mempromosikan bank.

Dia menjelaskan, Bank Sumut serius untuk IPO dengan harapan antara lain meningkatkan akses permodalan, untuk meningkatkan brand image serta meningkatkan pengelolaan good corporate governance (GCG).

Pelepasan sebagian saham ke publik merupakan strategi Bank Sumut untuk meningkatkan modal dasar dari Rp2 triliun menjadi Rp5 triliun.

Saat ini, Bank Sumut tergolong dalam bank umum kegiatan usaha (BUKU) II dengan modal inti Rp1 triliun-Rp5 triliun. Setelah IPO, Bank Sumut ingin naik kelas menjadi BUKU III dengan modal inti Rp5 triliun-Rp30 triliun.

Rencana IPO telah diputuskan dalam RUPSLB pada 12 April 2019. Bank Sumut berencana melepas 20%-40% saham yang ditargetkan dapat meraup dana segar Rp5 triliun. (SKO)