Investor ST004 Manfaatkan Pencairan Awal Rp30,98 Miliar

Sebagian investor pemilik sukuk tabungan (ST) seri 004 memanfaatkan fasilitas pencairan awal (early redemption) pada periode 23 April sampai 4 Mei 2020.

Hasilnya, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat, total volume early redemption mencapai Rp30,98 miliar.

Mengutip keterangan DJPPR di Jakarta, Senin, 11 Mei 2020, catatan tersebut membuat nilai pokok ST004 setelah early redemption tersisa Rp2,6 triliun. Pada pelaksanaan 24 Mei 2019 lalu, ST004 mencatat penjualan Rp2,63 triliun dengan menggaet 12.528 investor.

DJPPR menambahkan, jumlah investor yang memanfaatkan fasilitas early redemption ini sebanyak 286 investor. Dari jumlah itu, sebanyak 19,6% berasal dari Jakarta, sisanya 72,4 % dari wilayah Indonesia Barat selain Jakarta, dan 8% lainnya berasal dari Indonesia bagian Tengah dan Timur.

Selain itu, sebagian besar investor tersebut merupakan pegawai swasta dengan persentase 31,1%, diikuti pensiunan, pelajar/mahasiswa, dan pekerja seni 23,1%, pegawai negeri sipil (PNS) 18,9%, dan sisanya 26,9% berasal dari pegawai otoritas, lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Sebagai informasi, ST004 adalah sukuk tabungan yang memberikan imbal hasil 7,95% dan diterbitkan pemerintah pada 24 Mei 2019, serta akan jatuh tempo pada 10 Mei 2021. Pada penerbitannya, rata-rata volume pemesanan per investor ST004 mencapai sebesar Rp210 juta.

Saat itu, DJPPR mencatat, generasi milenial mendominasi jumlah investor ST004 yaitu sebanyak 6.494 investor (51,8%), mengalami peningkatan dibandingkan ST003 (51,7%) dan ST001 (37,7%).

Adapun dari sisi volume pemesanan, generasi Baby Boomers adalah yang terbesar yaitu mencapai 42,4% dari total volume pemesanan.

Sementara generasi Z (di bawah 19 tahun) yang berinvestasi pada ST004 juga semakin meningkat, yaitu menjadi 32 investor dengan jumlah pemesanan sebesar Rp5,75 miliar. Meningkat cukup signifikan dibandingkan pada ST003 yang sebanyak 12 investor senilai Rp3,64 miliar. (SKO)

Tags:
InvestasiKementerian KeuanganmilenialSukukSukuk Tabungan
%d blogger menyukai ini: