Investasi Logam Mulia atau Emas Perhiasan, Mana yang Lebih Untung?

07 Desember 2021 04:37 WIB

Penulis: Azura Azka Syavira

Editor: Sukirno

Investasi Logam Mulia atau Emas Perhiasan, Mana yang Lebih Untung? Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (Trenasia.com)

JAKARTA - Investasi dalam bentuk emas sudah sangat populer di kalangan masyarakat. Emas dinilai sebagai sarana investasi yang aman. Emas dapat diinvestasikan dalam bentuk emas batangan/logam mulia dan juga emas perhiasan. 

Dalam memilih jenis emas yang akan diinvestasikan, sebaiknya Anda memahami dahulu keunggulan dan karakteristik dari keduanya. Pemilihan jenis emas ini nantinya akan mempengaruhi nilai investasi yang Anda miliki.

Tentukan jangka waktu investasi

Ketika hendak memilih antara logam mulia dan emas perhiasan, Anda harus menetapkan jangka waktu investasi yang akan dilakukan. Apabila investasi Anda akan dilakukan dalam jangka waktu yang panjang, maka investasi logam mulia atau emas batangan lebih disarankan. Hal ini karena emas batangan memiliki nilai jual yang lebih stabil dibandingkan dengan emas perhiasan. Emas perhiasan akan membutuhkan biaya pembuatan yang besarannya bisa mencapai 10% hingga 20% dari nilai emas, namun pada saat dijual biaya pembuatan tersebut tidak terhitung. Sebaliknya, emas batangan tidak membutuhkan biaya pembuatan sehingga harga jual dan beli akan sama tergantung dengan harga pasaran emas saat itu.

Cek harga di pasaran

Diwajibkan bagi Anda yang ingin berinvestasi emas untuk mencermati harga emas terbaru di pasaran. Jika harga emas saat Anda ingin membeli sedang tidak stabil dan cenderung naik-turun dalam beberapa pekan terakhir, Anda sebaiknya menunda pembelian tersebut. Disarankan bagi Anda untuk tidak membeli emas saat harga emas sedang tinggi. Hal ini akan menyebabkan investor mengalami kerugian, terutama saat harga emas turun di pasaran.

Kadar emas

Kemurnian emas tertinggi yaitu 24 karat dimiliki oleh emas batangan dengan kadar emas 99,99% alias emas murni sedangkan emas perhiasan biasanya hanya memiliki kadar 22 karat atau kemurniannya sekitar 91%. Dalam hal ini emas batangan memiliki kemurnian yang lebih tinggi karena pada emas perhiasan perlu dibentuk dan dibutuhkan campuran logam lain seperti tembaga atau perak agak bentuknya tetap dan lebih kuat. Di sisi lain, emas batangan 24 karat sifatnya lunak dan lebih mudah berubah sehingga tidak cocok dijadikan perhiasan.

Selain hal di atas, hal yang penting untuk diperhatikan saat hendak beinvestasi emas adalah buyback  atau penjualan kembali emas tersebut. Setiap pembelian emas batangan harus disertai dengan sertifikat pembelian sehingga dapat dijual kembali di toko emas di pasaran. Untuk emas perhiasan, pastikan saat pembelian awal nota pembelian emas tidak hilang agar dapat disertakan kembali ketika hendak menjual. 

Setiap instrumen investasi emas, baik emas batangan atau emas perhiasan, memiliki karakteristik, keuntungan dan risiko yang berbeda. Maka dari itu penting sekali untuk Anda menyesuaikan dengan tujuan investasi agar manfaat berinvestasi tersebut bisa lebih maksimal lagi di masa akan datang.

Berita Terkait