Investasi Jawa Barat Jadi Jawara, Ridwan Kamil Sebut Berkat Digitalisasi

29 November 2021 14:30 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Laila Ramdhini

Ridwan Kamil dan Christin Djuarto mengunjungi salah satu pelaku UMKM asal Jabar / Dok. Shopee Indonesia (Shopee Indonesia)

JAKARTA – Jawa Barat (Jabar) menyabet predikat provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia yakni mencapai Rp107 triliun pada periode Januari - September 2021. Nilai tersebut menjadikan investasi di Jabar berkontribusi terhadap 16,3% dari realisasi investasi nasional.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengemukakan, alasan investasi di Jabar menjadi nomor satu. Pertama, infrastruktur dianggap yang terbaik. Kedua, produktivitas sumber daya manusia (SDM) di Jabar nomor satu. Ketiga, pelayanan investasi yang mudah termasuk lewat digitalisasi.

“Sekarang kita fokus dengan inklusif ekonomi digital. Jadi jangan sampai ekonomi digital hanya ada di Bandung Raya, Bodetabek, tapi harus masuk desa seperti di Ciamis, Cianjur,” kata Kang Emil, sapaan Ridwan dalam Katadata Regional Summit 2021, Senin 29 November 2021.

Maka dari itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar memiliki program bernama Desa Digital. Program ini tidak hanya fokus pada penetrasi di sektor perdagangan seperti e-commerce, tetapi juga Internet of Things (IoT).

“Jadi kasih makan lele, nyiram tanaman, dan lain-lain sudah bisa lewat ponsel. Ini menunjukkan, konsep Desa Digital lebih dari sekadar e-commerce,” ucap dia.

Bersama dengan penyelenggara e-commerce Tokopedia dan Shopee, lanjut Kang Emil, balai desa di Jabar punya fasilitas komputer gratis untuk warga yang ingin mendaftar sebagai merchant di dua platform tersebut. 

“Kalau dulu omzet usahanya misal hanya Rp10 juta, sekarang bisa ratusan juta. Jadi di masa depan, dengan investasi digital akan ada prinsip tinggal di desa rezeki kota, bisnis mendunia," kata dia.

Selain menggandeng perusahaan digital lokal, Jabar juga kini memiliki cloud computing berupa data center yang sudah hadir di tiga lokasi. Inovasi ini merupakan kerja sama Jabar dengan raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Amazon. 

“Saya lupa, nilainya kira-kira di atas Rp20 triliun. sehingga, e-commerce di Asia Pasifik bisa menggunakan sistem server yang ada di Jabar karena selama ini masih nebeng di Singapura.

Berita Terkait