Investasi Industri Pengolahan Naik 69,3 Persen, Jawa Masih Idola, Singapura Paling Berminat

JAKARTA – Realisasi investasi di sektor industri pengolahan menembus angka Rp72,3 triliun pada kuartal III-2020 naik 69,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dari total investasi, suntikan asing (PMA) mendominasi dengan kontribusi sebesar Rp52,8 triliun atau naik 87,3%. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat senilai Rp19,5 triliun, naik 34,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

“Dari nilai investasi tersebut, industri pengolahan berkontribusi 34,6% terhadap total investasi Indonesia pada kuartal III-2020 yang mencapai Rp209 triliun,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian, R. Janu Suryanto dalam keterangan tertulis, Selasa, 17 November 2020.

Janu merinci dana yang digelontorkan oleh sektor industri pengolahan pada Januari-September 2020 mencapai Rp201,9 triliun, naik sebesar 37% dibandingkan tahun lalu.

Investasi tersebut terdiri atas PMDN Rp62,3 triliun yang naik 18% dan PMA Rp139,6 triliun yang naik 47,7%.

Hingga September 2020, PMDN didominasi oleh sektor industri makanan senilai Rp21,9 triliun atau berkontribusi 35,1%. Industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia senilai Rp7,9 triliun (12,7%).

Terakhir, dari industri barang galian bukan logam sebesar Rp5,3 triliun (8,5%).

Di sisi lain, realisasi PMA didominasi oleh sektor industri logam dasar dengan nilai US$4,4 miliar (45,8%). Selanjutnya, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia senilai US$1,21 miliar (12,5%), serta industri makanan sebesar US$1,07 miliar (11%).

Sebaran Investasi

Untuk sebaran lokasi investasi, Pulau Jawa masih jadi primadona dengan kontribusi sebesar Rp82,7 triliun atau 41,0% terhadap total investasi sektor industri pengolahan. Sedangkan investasi di luar Pulau Jawa sebesar Rp119,2 triliun atau sebesar 59%.

Rinciannya, Jawa Timur senilai Rp29,8 triliun atau berkontribusi sebesar 14,8%. Selanjutnya, Jawa Barat Rp26,2 triliun (13,%), Maluku Utara Rp20,4 triliun (10,1%), Kepulauan Riau Rp20,1 triliun (10%), dan Sulawesi Tengah Rp16 triliun (7,9%).

Adapun lima negara investor terbesar yaitu Singapura dengan nilai sebesar Rp39,14 triliun atau berkontribusi sebesar 28,0%, China Rp 26,75 triliun (19,2%). Hongkong Rp21,90 triliun (15,7%). Lalu Jepang Rp 13,85 triliun (9,9%), dan Korea Selatan Rp10,09 triliun (7,2%).

Dengan kontribusi yang positif bagi perekonomian, investasi di sektor industri pengolahan ditargetkan mencapai Rp1.048 triliun hingga 2023.

Tags:
HeadlineIndustri pengolahanKementerian PerindustrianRealisasi Investasi
Ananda Astri Dianka

Ananda Astri Dianka

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: