Investasi di Luar Jawa Moncer, Jokowi Optimistis Tekan Ketimpangan Ekonomi

16 Agustus 2021 13:34 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Amirudin Zuhri

Presiden RI, Joko Widodo memberikan salam pada peserta sidang yang hadir di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta. Senin, 16 Agustus 2021. Foto: POOL/Sopian

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis bisa mengurangi ketimpangan perekonomian di Indonesia pada 2022. Jokowi menargetkan rasio gini bisa turun menjadi 0,376-0,378 pada tahun depan.

Investasi yang terus digenjot Jokowi di luar Pulau Jawa bakal menjadi motor utama perbaikan kondisi ekonomi masyarakat. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan rasio gini Indonesia masih berada di level 0,384 per Maret 2021.

“Pemerintah terus berupaya melakukan penyempurnaan perlindungan sosial dan pengentasan kemiskinan,” ucap Jokowi dalam dalam Pidato Pengantar Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022, Senin, 16 Agustus 2021.

Untuk diketahui, rasio gini merupakan indikator untuk mengukur ketimpangan ekonomi yang diinterpretasikan dalam skala 0-1. Skor yang mendekati angka 0 menunjukan kemerataan ekonomi semakin membaik. Sebaliknya, jika mendekati angka 1, hal itu menunjukan kondisi ketimpangan ekonomi semakin tinggi.

Kinerja investasi pun diklaim Jokowi mengalami peningkatan pesat. Hal ini tercermin dari realisasi investasi yang mencapai Rp442,8 triliun dari target Rp900 triliun.

Lebih rinci, sebanyak 51,5% dana investasi ini terserap di luar Pulau Jawa. Membaiknya kinerja investasi di luar Jawa, kata Jokowi, membuat ekonomi inklusif semakin menunjukan jalan terang.

“Perkembangan investasi harus menjadi bagian terintegrasi dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan,” ujar Jokowi.

Dengan begitu, tingkat kemiskinan ditargetkan Jokowi berada di level 8,5%-9,0% pada 2022. Sementara itu, realisasi tingkat kemiskinan di Indonesia per Maret 2021 masih berada di level 10,19%.

Proyek investasi lagi-lagi diklaim Jokowi menjadi alat utama yang bisa menurunkan jumlah penduduk miskin di Indonesia. Dari realisasi investasi pada semester I-2021 saja, Jokowi mengklaim proyek investasi telah menyerap 620.000 tenaga kerja baru.

Sejalan dengan hal tersebut, Jokowi menargetkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2022 ditekan di level 5,5%-6,3%. Adapun TPT per Februari di Indonesia mencapai 6,26%.

"Struktur ekonomi kita yang selama ini lebih dari 55% dikontribusikan oleh konsumsi rumah tangga, harus terus kita alihkan menjadi lebih produktif dengan mendorong hilirisasi, investasi dan ekspor," tegas Jokowi.

Berita Terkait