Intip Strategi Merdeka Copper Gold (MDKA) Terapkan ESG untuk Meningkatkan Efisiensi Energi

21 September 2022 18:04 WIB

Penulis: Feby Dwi Andrian

Editor: Laila Ramdhini

MDKA (https://ik.imagekit.io/tk6ir0e7mng/uploads/2020/05/DJI_0435_-_Copy.jpg?tr=w-995)

JAKARTA -  PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mulai menerapkan beberapa cara dalam proses environment, social, governance (ESG) di lingkungan perusahaan.

Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Albert Saputro mengatakan kesuksesan jangka panjang MDKA membutuhkan integrasi keberlanjutan di dalam semua aspek bisnis yang dijalankan.

"Kami percaya bahwa menetapkan standar tertinggi dalam kinerja ESG perusahaan sangat berkorelasi dengan kinerja keuangan yang kuat," ucap Albert dalam laporan berkelanjutan pada Rabu, 21 September 2022.

Ia menambahkan, dengan memperhatikan aspek ESG, ia optimistis ke depan MDKA juga bisa terus berkontribusi bagi pembangunan Indonesia dengan menghasilkan material yang baik bagi kemajuan peradaban manusia.

Lebih lanjut, Albert menjamin akan terus menjaga agar para karyawan di MDKA tetap aman dan sehat, serta mengelola lingkungan secara bertanggung jawab.

Maka dari itu, pada 2021, MDKA membentuk komite ESG dan keberlanjutan perusahaan utnuk memperkuat strategi keberlanjutan dan mengembangkan inisiatif keberlanjutan Merdeka Copper Gold.

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur/Ketua Komite ESG & Keberlanjutan MDKA Simon Milroy mengatakan meskipun pertambangan menghasilkan material yang penting bagi kemajuan manusia dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi, sektor ini tetap memberikan dampak negatif.

"Oleh karena itu, MDKA berkomitmen penuh untuk meminimalkan dan mengurangi dampak lingkungan," kata Simon dalam laporan berkelanjutan perusahaan, Rabu, 21 September 2022.

Ia menambahkan beberapa strategi yang perusahaan lakukan seperti kebijakan dan inisiatif untukmengurangi emisi gas rumah kaca (GRK), meningkatkan efisiensi energi, mengurangi konsumsi air, mencegah polusi, dan melaksanakan reklamasi lokasi tambang dengan standar tinggi untuk melindungi keanekaragaman hayati.

Kemudian pada 2021, perusahaan telah berkomitmen mengurangi intensitas emisi GRK sebesar 29% pada 2030 dan mencapai emisi nol bersih pada 2050.

MDKA menugaskan ahli independen untuk menilai emisi GRK yang akan digunakan sebagai dasar untuk mengukur pengurangan kadar emisi tersebut di masa depan.

Selain itu, MDKA juga telah memulai peta jalan pengurangan karbon, menetapkan program efisiensi energi diseluruh operasi perusahaan dan melakukan reklamasi lahan berkelanjutan sehubungan dengan komitmen untuk perlindungan dan konservasi keanekaragaman hayati.

MDKA pada 2021 juga telah menyelesaikan rencana reklamasi lahan sesuai dengan rencana kerja dan anggaran (RKAB) tahunan operasi serta penyelesaian penilaian metode kemungkinan efisiensi timbulan sampah.

Perusahaan juga berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya keberlanjutan dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Adapun perusahaan menyelaraskan dan berkomitmen dengan kontribusi yang ditentukan secara nasional (NDC) gas rumah kaca (GRK) Indonesia seperti, penurunan intensitas emisi GRK sebesar 29% pada 2030 dibandingkan dengan baseline 2021 dan emisi nol-bersih pada 2050.

Kemudian memasang panel surya di tambang tembaga wetar yang berkontribusi 540 kW untuk pasokan listrik PV. 

Berita Terkait