Intip Indahnya Destinasi Borobudur Highland Bareng Sandiaga Uno

March 14, 2021, 07:33 AM UTC

Penulis: Reza Pahlevi

Menparekraf Sandiaga Uno dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo ketika berkunjung ke Deloano Glamping di Kabupaten Purworejo, salah satu destinasi super prioritas Borobudur. / Dok. Kemenparekraf

JAKARTA – Salah satu destinasi super prioritas (DSP), Borobudur Highland akan menggunakan konsep ecotourism atau ekowisata, hingga bisa mendorong pariwisata berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam kunjungannya ke Borobudur Highland.

Sandiaga juga telah mengingatkan Direktur Utama Badan Otoritas Borobudur (BOB) Indah Juanita dalam pembangunan Borobudur Highland harus memperhatikan kelestarian lingkungan dengan cara tidak menebang pohon secara liar.

“Saya juga mengingatkan Direktur BOB Indah Juanita agar dalam proses pembangunannya tidak menebang pohon. Namun apabila menebang satu pohon harus menanam kembali 16 pohon,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu, 13 Maret 2021.

Borobudur Highland berada di atas lahan seluas 309 hektare dengan 295 Ha berstatus kerja sama dengan Perhutani. Kemudian 50 Ha berstatus hak pengelolaan (HPL) dengan potensi investasi sebesar Rp1,5 triliun.

“Kita mengapresiasi betul setelah melihat potensi yang luar biasa di sini dan akan kita percepat sebagai salah satu pengembangan ecotourism yang berkelanjutan. Serta memberikan lapangan kerja dan membuka peluang-peluang usaha bagi masyarakat Magelang, Purworejo, dan Kulonprogo,” tambah Sandi.

Turut hadir dalam kunjungan ini adalah Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo. Angela melihat potensi Borobudur Highland yang besar untuk dikembangan kedepannya, meskipun ada beberapa hal yang tetap diperhatikan terkait pengembangan jalan dan keselamatan wisatawan.

“Saya kedua kalinya ke sini, jalannya memang sangat berliku-liku. Namun tetap indah, tetap sejuk, masih tetap luar biasa dan kita bersama-sama masih bisa melihat kau potensi kedepannya. Terkait pengembangan jalan itu harus kita perjuangkan kedepan, dan perlu digarisbawahi keselamatan wisatawan, perlu jadi fokus utama kita,” ujarnya. (SKO)