Intiland Pede Bisa Raih Marketing Sales Rp 2,1 Triliun

01 Februari 2021 20:52 WIB

Penulis: Laila Ramdhini

Intiland Tower Jakarta. / Intiland.com

JAKARTA – Emiten properti PT Intiland Development Tbk (DILD) menargetkan pendapatan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp2,11 triliun pada 2021.

Target ini melonjak hingga 120% dibandingkan dengan marketing sales Intiland pada 2020 sebesar Rp937 miliar.

Direktur Intiland Development Archied Noto Pradono menjelaskan porsi marketing sales tahun ini terdiri atas penjualan landed house sebesar Rp922 miliar dan high rise Rp1,19 triliun.

Untuk mencapai target ini perusahaan telah menetapkan beberapa strategi antara lain fokus pada pengembangan proyek eksisting di Jakarta dan Surabaya. Termasuk meningkatkan nilai tambah proyek dengan konsep mixed use development dan high rise building.

“Intiland juga akan melanjutkan akuisisi lahan di sekitar proyek yang sudah ada,” kata Archied, dalam diskusi virtual, Sabtu, 30 Januari 2021.

Archied memaparkan berbagai proyek Intiland yang sudah dan sedang dalam tahap pembangunan masih akan berkontribusi ke marketing sales perusahaan selama beberapa tahun ke depan.

Adapun proyek Intiland untuk mixed use dan hight di Jakarta yakni 57 Promenade, 1Park Avenue, Regatta, dan SQ Res. Kemudian di Surabaya yaitu Praxis, Rosebay, Spazio Tower, Graha Golf, dan Sumatra 36.

Sementara, untuk proyek rumah tapak yakni Talaga Bestari (Tangerang), South Group dan Serenia Hills (Jakarta), serta Graha Natura (Surabaya). Intiland juga tengah mengembangkan kawasan Aeropolis di Tangerang.

Adapun selama pandemi COVID-19 pada 2020, marketing sales Intiland terjun menjadi Rp937 triliun dari Rp1,55 triliun pada 2019. Perolehan marketing sales 2020 terdiri atas penjualan landed house Rp638 miliar, high rise Rp228 miliar, dan kawasan industri Rp71 miliar.

Hingga kuartal III-2020, Intiland membukukan pendapatan (revenue) sebesar Rp2,06 triliun, naik dari kuartal III-2019 sebesar Rp1,85 triliun. Laba bersih perusahaan pada kuartal III-2020 sebesar Rp40 miliar, turun dari laba 2019 sebesar Rp251 miliar. (SKO)

Berita Terkait