Integrasikan Hotel BUMN, WIKA Setor Modal Rp775 Miliar ke Wijaya Karya Realty

12 Agustus 2021 10:16 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Gedung BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) / Wika.co.id

JAKARTA – Emiten konstruksi pelat merah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menambah setoran modal sebesar Rp775 miliar kepada anak usahanya, PT Wijaya Karya Realty.

Sekretaris Perusahaan Mahendra Vijaya mengungkapkan, tambahan setoran modal tersebut untuk mempertahankan kepemilikan saham di PT Wijaya Karya Realty sebesar 93,05%.

Peningkatan modal disetor dan ditempatkan ini dilakukan melalui pengeluaran saham dalam simpanan PT Wijaya Karya Realty. “Setoran modal diberikan secara tunai dan penuh oleh Wijaya Karya pada 6 Agustus 2021,” mengutip keterangan resmi perseroan, Kamis, 12 Agustus 2021.

Selain itu, lanjutnya, transaksi  juga untuk peningkatan modal Wijaya Karya Realty dalam rangka integrasi hotel-hotel milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Aksi yang dilakukan, seperti pembelian saham milik PT Hotel Indonesia Natour (Persero) (HIN) di anak perusahaan, yakni PT Hotel Indonesia Properti. Kemudian pembelian aset hotel milik PT Pegadaian (Persero) dan pembelian saham milik PT Aerowisata di anak perusahaannya, PT Senggigi Pratama Internasional (SPI).

Caplok 49 Persen Saham Patra Jasa

Sebagai informasi, belum lama ini Wijaya Karya Realty telah mengambil alih 49% saham PT Patra Jasa milik PT Pertamina (Persero) senilai Rp1,56 miliar.

Objek transaksi adalah 1.470 lembar saham atau setara 49% dari saham yang ditempatkan dan disetor di PT Hotel Indonesia Group (Persero) melalui skema jual beli

Pembentukan holding BUMN hotel ini diklaim bakal mengeskalasi pemulihan sektor perhotelan yang terdampak cukup parah akibat pandemi COVID-19. Selain itu, hal ini dinilai sejalan dengan jurus perampingan perusahaan pelat merah yang diusung Menteri BUMN Erick Thohir.

Diberi nama Hotel Indonesia Group, konsolidasi bisnis perusahaan pelat merah perhotelan ini diharapkan bisa menjadi operator hotel terbesar ketiga dengan kepemilikan hingga 100 unit di berbagai wilayah di Indonesia.

Berita Terkait