Integrasi Hunian dengan Transportasi Publik, MRT Jakarta Siapkan 5 Titik TOD

29 Juli 2021 13:31 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Amirudin Zuhri

Suasana di stasiun MRT Jakarta / Dok. PT MRT Jakarta

JAKARTA – PT MRT Jakarta (Perseroda) melalui anak usahanya PT Integrasi Transportasi Jakarta berencana membangun kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) di lima titik Jakarta. 

Direktur Keuangan dan Manajemen Korporasi MRT Jakarta Roy Rahendra menyebut adanya TOD ini menggabungkan pertubuhan kawasan baru dengan integrasi antarmoda bersama kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek dan TransJakarta.

“PT Integrasi Transportasi Jakarta saat ini sedang melaksanakan pengembangan TOD di lima area, antara lain di wilayah Senayan, Dukuh Atas, Lebak Bulus, Fatmawati, dan Blok M,” ujar Roy dalam webinar virtual yang dikutip Kamis, 29 Juli 2021.

Dalam kelima proyek TOD tersebut akan dibangun transit plaza, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Point Square, hunian terjangkau, taman, interkoneksi, transport hub, dan jembatan penyeberangan multiguna.

Sementara itu, anak usaha MRT Jakarta lainnya, PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek, akan membangun dua kawasan TOD di Tanah Abang dan Manggarai.

Integrasi antara kawasan hunian dan transportasi publik ini akan mempermudah DKI Jakarta mengelola first mile dan last mile transportasi di Jakarta. First mile berarti mile pertama orang dari rumahnya ke transportasi publik dan last mile berarti mile terakhir orang dari transportasi publik ke tujuannya atau tempat kerja.

“Ada survei yang mengatakan 80% kesuksesan integrasi transportasi adalah bagaimana kita mengelola first mile dan last mile dari sistem transportasi yang kita bangun,” ujar Roy.

Pembangunan kawasan TOD yang akan dimulai dalam waktu dekat adalah TOD Dukuh Atas. Peletakan baru pertama atau groundbreaking proyek ini diperkirakan dilakukan pada September 2021.

Area TOD Dukuh Atas ini akan berlokasi di Jalan Blora, Menteng, Jakarta Pusat atau tepatnya di depan Stasiun Sudirman bekas Pasar Blora.

TOD Dukuh Atas akan terkoneksi dengan commuter line dan Transjakarta dengan fasilitas untuk pejalan kaki, jalur sepeda, serta taman dan hunian vertikal. Area ini juga akan berfungsi sebagai perkantoran, ritel dan pasar modern dengan tinggi bangunan 14 lantai. MRT menargetkan gedung transport hub Dukuh Atas akan beroperasi pada April 2023.

 

Berita Terkait