Inovatif, Intip Deretan Produk Yang Dihasilkan INKA

10 Juni 2022 18:20 WIB

Penulis: Desi Kurnia Damayanti

Editor: Yosi Winosa

Warga mengikuti ujicoba Light Rail Transit (LRT) di Stasiun Boulevard Utara, Kelapa Gading, Jakarta. (Ismail Pohan / Trenasia)

JAKARTA – PT Industri Kereta Api (Persero) (INKA), BUMN manufaktur kereta api terintegrasi pertama di Asia Tenggara terus berinovasi dalam mengembangkan produknya. Beberapa produk anak negeri ini yang membanggakan di antaranya bus listrik, reefer container, dan pertashop. 

Saat ini, bus listrik buatan INKA tengah unjuk gigi di kawasan Candi Borobudur. Dengan memamerkan bus ini, INKA berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam melakukan peralihan kendaraan dari moda transportasi berbahan bakar fosil ke kendaraan bertenaga listrik atau baterai.

Selain itu, INKA menggandeng PT Kelola Mina Laut (PT KML) untuk memproduksi reefer container (kontainer berpendingin) untuk mendorong peningkatan hasil produk kelautan dan perikanan.

Reefer container merupakan jenis peti kemas yang dilengkapi dengan sistem pendingin. Fungsinya untuk mengawetkan atau mendinginkan suhu produk di dalamnya seperti ikan. Tidak hanya meyimpan hasil laut saja, reefer container juga bisa digunakan untuk menyimpan bahan mentah lainya seperti alat medis dan obat-obatan yang butuh suhu dingin agar tidak rusak.

Lalu lewat anak usahanya, PT INKA Multi Solusi (IMS), INKA berhasil membuat pertashop. Dengan adanya terobosan ini, INKA sangat mendukung para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk terus berkembang.

Produk pertashop ditujukan bagi penyalur produk pertamina skala kecil yang disiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM non subsidi, LPG non subsidi, dan produk pertamina Ritel lainnya.

Terbaru, INKA berkolaborasi dengan PT Lembaga Elektroteknika Nasional (LEN) memproduksi Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodetabek yang rencanaya akan mulai beroperasi pada bulan Agustus 2022. 

LRT Jabodebek diatur menggunakan sistem persinyalan moving block dan sistem pengoperasian Grade of Automation Level 3, yang berarti pengoperasian kereta ini tidak membutuhkan masinis karena dioperasikan seluruhnya oleh sistem. Dengan sistem tersebut, jarak keberangkatan antar kereta dapat mencapai 3 menit.

Berita Terkait