Inilah Kelebihan Rokok IQOS yang Pabriknya Dibangun HM Sampoerna di Karawang Rp2,4 T

03 Desember 2021 03:12 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Sukirno

Ilustrasi rokok IQOS. (iqos.com)

JAKARTA -- Baru-baru ini, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), afiliasi dari Philip Morris International (PMI), telah merealisasikan investasinya untuk membangun pabrik rokok IQOS.

Presiden Direktur HM Sampoerna Mindaugas Trumpaitis mengatakan investasi pembangunan pabrik rokok IQOS tersebut mencapai US$166,1 juta setara Rp2,4 triliun (asumsi kurs Rp14.300 per dolar AS).

Pabrik rokok IQOS dengan merek HEETS tersebut rencananya dibangun di Karawang, Jawa Barat. Ini merupakan pabrik rokok IQOS pertama dan satu-satunya di Indonesia.

"Investasi ini merupakan bentuk kepercayaan Sampoerna dan induk perusahaan kami atas iklim investasi Indonesia dan upaya nyata kami untuk menjadi bagian dari pemulihan perekonomian nasional yang dicanangkan oleh pemerintah," katanya dalam keterangan pers, Selasa, 30 November 2021.

Apa Itu Rokok IQOS

IQOS adalah singkatan dari I stops original smoking, sebuah inovasi yang dibuat oleh induk usaha HM Sampoerna, PMI. IQOS merupakan produk tembakau inovatif bebas asap dan tanpa pembakaran karena dia dipanaskan secara elektrik.

IQOS disebut merupakan produk tembakau dengan risiko yang dimodifikasi (Modified Risk Tobacco Product/MRTP). IQOS secara fundamental berbeda dan merupakan alternatif merokok yang lebih baik.

IQOS mula-mula dirancang secara khusus untuk memanaskan tembakau dengan tidak membakarnya. IQOS terdiri dari Holder, Charger dan batang tembakau HEETS.

Holder menggunakan teknologi HeatControl dengan bilah pemanas yang memanaskan tembakau dalam suhu yang terkontrol dan menghasilkan uap tembakau. Hebatnya, IQOS ini tanpa api, tanpa asap dan tanpa abu.

Sementara, HEETS atau Heat-not-burn tobacco product, merupakan merek dari batang tembakau yang secara eksklusif dirancang untuk digunakan dengan IQOS.

IQOS pada prinsipnya tidak bebas risiko karena masih mengandung nikotin yang adiktif. Karena itu, IQOS biasanya disarankan untuk perokok dewasa saja (18+).

Pengguna IQOS yang sudah sepenuhnya berhenti menggunakan produk tembakau yang dibakar sudah mencapai 20 juta orang.

IQOS pertama kali dipasarkan ke konsumen di Nagoya, Jepang, dan Milan, Italia pada tahun 2014. Pada September 2021, produk bebas asap PMI sudah dipasarkan di 70 pasar di kota-kota utama atau secara nasional.

Kelebihan Rokok IQOS

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi oleh Menteri Investasi Republik Indonesia Bahlil Lahadalia (ketiga dari kiri); Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh (ketiga dari kanan); Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI Askolani (kedua dari kiri); Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian RI Putu Juli Ardika (kedua dari kanan); Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Arsjad Rasjid (kiri) bersama dengan Presiden Direktur Sampoerna Mindaugas Trumpaitis pada acara peresmian realisasi investasi produk inovatif berorientasi ekspor PT HM Sampoerna Tbk. di Karawang, Jawa Barat 30 November 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

Berbagai studi ilmiah menyebutkan rokok IQOS mampu mengurangi paparan tubuh dari bahan kimia berbahaya dan berpotensi berbahaya, terutama tar dan nikotin.

Disebutkan, IQOS mampu mengurangi paparan zat berbahaya atau berpotensi berbahaya hingga rata-rata 90%-95% dibandingkan dengan asap rokok.

Adapun, di dalam sebatang rokok terdapat sekitar 4.000 senyawa kimia berbahaya, terutama tar karena mengandung zat karsinogenik. Sementara, konsentrasi nikotin dalam 1 batang rokok biasanya sekitar 5% dari per 100 gram berat tembakau.

Konsensus ilmiah internasional independen juga telah mengatakan IQOS adalah pilihan yang lebih baik daripada terus merokok.

Dikutip dari situs iqos.com, ada beberapa kelebihan rokok IQOS. Pertama adalah mampu mengurangi 95% emisi zat kimia berbahaya dalam tembakau.

Kedua, IQOS memberikan kenikmatan cita rasa tembakau asli tanpa asap, abu, dan bau dari proses pembakaran produk tembakau.

Ketiga, IQOS memanaskan tembakau bukan membakarnya sehingga tidak menghasilkan bau asap yang menempel di tangan, rambut, dan furnitur.

Terakhir, IQOS adalah alternatif lebih baik daripada terus merokok. IQOS menghasilkan bau yang lebih tidak mengganggu sehingga lebih tidak mengganggu orang sekitar.

Di Indonesia, Sampoerna telah melakukan uji pasar IQOS secara terbatas sejak bulan Maret 2019 melalui program keanggotaan IQOS Club untuk mempelajari potensi pasar dan respon perokok dewasa terhadap produk bebas asap rokok. Saat ini, IQOS dan batang tembakau dengan merek HEETS tersedia di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Medan.

Berita Terkait