Inilah 5 Lokasi Pengembangan Smart Grid di Jawa-Bali

07 Juli 2021 17:00 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Ilustrasi

JAKARTA – Saat ini sudah ada lima lokasi pengembangan smart grid di sistem kelistrikan Jawa-Bali, yakni Advance Metering Infrastructure (AMI), Digital Substation Sepatan II, Digital Substation Teluk Naga II, Reliability Efficiency Optimization Center (REOC), serta Remote Engineering, Monitoring, Diagnostic and Optimization Center (REMDOC).

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial mengungkapkan, smart grid menjadi pendekatan Intenet of Things (IoT) yang memungkinkan adanya komunikasi antara supply dengan demand listrik.

Smart grid adalah teknologi digital dan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang menjadi pendorong untuk transisi energi,” ujarnya dalam agenda Ulang Tahun Ke-6 Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI), Rabu, 7 Juli 2021.

Menurutnya, hal ini menjadi salah satu infrastruktur utama dalam mengakomodasi volatilitas operasional Variable Renewable Energy (VRE).

Bahkan, diketahui telah muncul wacana super grid nusantara yang disebut Ego sebagai solusi potensial untuk meningkatkan pengembangan EBT dengan stabil dan aman. Super grid tersebut akan menghubungkan jaringan listrik antarpulau Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara.

“Dengan adanya super grid, memungkinkan setiap wilayah  untuk  mengimpor  dan  mengekspor pasokan  listrik  di  saat krisis maupun kelebihan EBT,” ujarnya.

Sebagai informasi, implementasi jaringan cerdas atau smart grid sudah diujicobakan di Indonesia. Smart Grid sendiri merupakan sistem jaringan tenaga listrik yang dilengkapi dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Sistem ini diklaim mampu mengatur tenaga listrik secara efisien dan menyediakan pasokan tenaga listrik yang tinggi. Kemudian, pemanfaatan EBT juga melibatkan partisipasi pelanggan dalam penyediaan tenaga listrik.

Adapun pengembangan smart grid di Indonesia digunakan untuk pembangkit tenaga listrik, transmisi energi, distribusi dan konsumen. (RCS)

Berita Terkait