Inilah 10 Saham Paling Boncos Pekan Pertama November 2020

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan pertama November (2-6 November 2020) berhasil menguat 4,4%. Hingga Jumat, 6 November 2020, IHSG berhasill parkir di zona hijau dengan poin 5.335,52.

Saham-saham likuid di indeks LQ45 menjadi pendorong pergerakan bursa dengan kenaikan 5,62%. Sementara dari sisi sektoral, aneka industri dan finansial menjadi pengungkit dengan kenaikan masing-masing 5,88% dan 5,47%.

Dalam lima hari perdagangan itu, investor asing turut mencatatkan tren positif dengan aksi beli bersih (net foreign buy/NFB) senilai Rp13,56 triliun. Sedangkan aksi jual bersih asing alias net foreign sell (NFS) hanya sebesar Rp12,79 triliun.

Sepanjang pekan ini pula, Bursa Efek Indonesia (BEI) sukses mencatatkan total Rp45,57 triliun transaksi saham. Dengan volume transaksi mencapai 62,28 miliar dan frekuensi 3,84 juta.

Dari senarai top gainers, PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) duduk di posisi puncak dengan kenaikan 91,03%. Disusul PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR) dan PT MNC Investama Tbk (BHIT) dengan pertumbuhan masing-masing 63,71% dan 58%.

Sebaliknya, PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) menjadi saham yang paling banyak mengalami penurunan dengan koreksi sebesar 28,93%. Disusul pada posisi kedua daftar top losers, PT Planet Properindo Jaya Tbk (PLAN) yang amblas 26,89%.

10 Saham Paling Boncos Pekan Pertama November (2-7 November 2020)

  • PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE): -28,93%
  • PT Planet Propertindo Jaya Tbk (PLAN): -26,89%
  • PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI): -22,08%
  • PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII): -21,88%
  • PT DMS Propertindo Tbk (KOTA): -21,6%
  • PT Matahari Department Store Tbk (LPPF): -19%
  • PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL): -17,01%
  • PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES): -15,45%
  • PT Lion Metal Works Tbk (LION): -15,04%
  • PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT): 14,15%
Tags:
10 saham paling boncos dalam sepekanBJ HabibieMochtar RiadyTop Loserstop losers sepekan
Fajar Yusuf Rasdianto

Fajar Yusuf Rasdianto

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: