Ini Tujuan Telkom Alihkan Tower BTS dari Telkomsel ke Mitratel

19 Oktober 2020 09:01 WIB

Penulis: Sukirno

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo (tengah) bersama Komisaris Utama Telkom Rhenald Kasali (paling kanan) serta Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (paling kiri) menyaksikan penandatanganan Perjanjian Jual Beli (Sale and Purchase Agreement/SPA) tahap I untuk pengalihan kepemilikan sebanyak 1.911 dari total 6.050 menara telekomunikasi Telkomsel ke Mitratel yang dilakukan oleh Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko (kedua dari kiri) dan Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro (kedua dari kanan) di Jakarta, Selasa (20/10). / Dok. Telkom

JAKARTA – Menjelang go publicPT Daya Mitra Telekomunikasi (Mitratel) resmi memborong 6.050 menara base transceiver station (BTS) milik PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) senilai total Rp10,3 triliun. Keduanya merupakan entitas usaha dari perusahaan telekomunikasi pelat merah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Direktur Strategic Portfolio Telkom Indonesia Budi Setyawan Wijaya menyampaikan aksi korporasi yang dilakukan Mitratel dan Telkomsel merupakan bagian dari penataan portofolio Telkom Group. Hal itu dilakukan demi mengoptimalisasikan bisnis dan aset yang dimiliki serta memastikan optimal value bagi pemegang saham.

“Langkah ini juga merupakan upaya untuk value creation bisnis tower dan memastikan agar setiap entitas anak perusahaan dapat fokus dalam melakukan penguatan pada lini bisnisnya masing-masing,” kata dia dalam keterangan resmi, dikutip Minggu, 18 Oktober 2020. Aksi pengalihan itu dalam rangka memperkuat bisnis menara telekomunikasi.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA). Perjanjian itu berisi pengalihan kepemilikan sebanyak 6.050 menara telekomunikasi milik Telkomsel kepada Mitratel.

Pengalihan kepemilikan dilakukan secara bertahap hingga ditargetkan selesai pada akhir triwulan pertama tahun 2021. Penandatanganan dilakukan antara Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko dan Dirut Telkomsel Setyanto Hantoro di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2020.

Ilustrasi menara telekomunikasi BTS / Shutterstock
Raja Menara BTS

Dirut Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menyampaikan aksi korporasi tersebut merupakan salah satu strategi bisnis. Terutama untuk meningkatkan kapabilitas dari sisi aspek infrastruktur telekomunikasi.

“Kami yakin bahwa pengalihan kepemilikan 6.050 menara telekomunikasi milik Telkomsel akan memperkuat bisnis Mitratel secara fundamental. Ini menjadi potensi yang baik dan menciptakan nilai tambah bagi Mitratel. Terutama akan berdampak positif pada penguatan industri telekomunikasi nasional, khususnya sektor menara telekomunikasi,” ujar Theodorus.

Tak hanya itu, selanjutnya Theodorus menambahkan bahwa bisnis menara telekomunikasi masih menjanjikan. Hingga saat ini operator telekomunikasi masih terus melakukan ekspansi demi meningkatkan kualitas jaringan dan memperluas jangkauan layanannya sehingga diyakini bisnis menara telekomunikasi masih akan mencatatkan kinerja positif ke depannya. Terlebih menghadapi pengembangan teknologi 5G yang akan masuk dan diimplementasikan di Indonesia.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro menyampaikan Telkomsel mendukung penataan portfolio Telkom Group dengan pelepasan 6.050 menara telekomunikasi yang dimiliki.

“Ke depan Telkomsel akan fokus pada bisnis utamanya sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia. Salah satu prioritas strategi bisnis dengan memperkuat ekosistem digital melalui ketersediaan layanan digital connectivity terbaik dan merata serta mengembangkan potensi layanan digital services dan digital platform terkini bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Setyanto.

Dengan adanya transaksi ini, terhitung sejak terpenuhi segala kewajiban berdasarkan perjanjian dan ditandatanganinya akta pengalihan antara para pihak, Mitratel yang merupakan anak usaha Telkom yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi memiliki menara telekomunikasi yang tersebar di berbagai wilayah dan melayani semua operator seluler di Indonesia dengan jumlah lebih dari 22.000 menara telekomunikasi.

Pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi Telkomsel ini menjadi salah satu langkah Telkom Group untuk memperkuat fundamental bisnis Mitratel sekaligus menjadikan sebagai salah satu provider menara terbesar di Indonesia. (SKO)

Berita Terkait